Sopian Panggil Caleg Dapil Tansa

by -
TELUSURI: Ketua DPC Gerindra Kota Bogor Sopian Ali Agam saat menunjukkan perbedaan hasil suara yang dilaporkan calegnya.

METROPOLITAN – Kasus dugaan ketidakcocokan perolehan suara calon anggota legislatif (caleg) Partai Gerindra di Daerah Pemilihan (Dapil) I Kota Bogor terus bergulir. Bahkan, Ketua DPC Partai Gerindra Kota Bogor Sopian Ali Agam akan memanggil ketiga caleg yang terkait pergeseran suara tersebut dalam waktu dekat ini.

Menurut  Sopian, DPC sudah mengetahui perihal kasus ini sejak beberapa hari lalu lewat laporan sejumlah calegnya. Pemanggilan itu dilakukan untuk meminta klarifikasi terkait perolehan suara yang berbeda dari hasil DAA1 dengan DA1. Sopian tidak ingin ada caleg Partai Gerindra yang mengambil suara bukan haknya. “Saya tidak sepakat jika ada caleg yang sampai begitu (memanipulasi suara, red). Jangan sampai ada yang mengambil hak orang lain. Kita harus jujur dan saya akan selesaikan persoalan ini sehingga terang benderang,” kata Sopian.

Saat ditanya soal sanksi bagi caleg yang memanipulasi suara, Sopian mengaku belum bisa memutuskannya. Saat ini, DPC fokus mengungkap kasus ini sehingga terang benderang. “Kita cari tahu dulu kebenarannya. Kalau ada yang terbukti, kami serahkan kepada pihak yang berkaitan,” terangnya. Sementara itu, caleg Gerindra Dapil I Siti Nurmaulina mengaku tidak mengetahui persoalan tersebut. Dirinya lebih menyerahkan persoalan itu ke DPC Gerindra Kota Bogor. “Kalaupun ada masalah, saya kembalikan lagi ke mekanisme yang ada,” kata caleg dengan nomor urut 9 tersebut.

Sebelumnya, dugaan penggelembungan suara yang tercium caleg DPRD Kota Bogor dari Partai Gerindra, Pepen Firdaus, mulai menemukan titik terang. Lelaki yang maju dari Dapil Bogor TimurTengah itu bahkan telah mengantongi bukti-bukti baru atas dugaan kecurangan tersebut. Menurut Pepen, bukti yang dipegangnya menunjukkan ketidakcocokan data hasil suara antara berita acara DAA1 dengan DA1 hasil Pleno PPK Bogor Tengah.

Ada tiga caleg yang suaranya mengalami perubahan jumlah. “Jadi di situ ada dua caleg yang berkurang suaranya. Sementara satu caleg lainnya malah bertambah. Hasil itu berbeda antara pleno di tingkat kelurahan dan kecamatan,” kata Pepen. Informasi yang dihimpun, ketidakcocokan hasil suara ada pada perolehan suara caleg Partai Gerindra nomor urut 5, 9 dan 10. Suara ketiga caleg itu berubah dari hasil DAA1 hingga DA1 di Kelurahan Panaragan, Sempur, Tegallega dan Babakan, Kecamatan Bogor Tengah.

Di Kelurahan Panaragan, berdasarkan DAA1, caleg nomor 5 mendapatkan perolehan suara 38 dan caleg nomor 9 mendapat 70 suara. Sementara di DA1 angkanya berubah menjadi 28 suara untuk caleg nomor 5 dan 80 suara untuk caleg nomor 9. Kondisi serupa juga terjadi di Kelurahan Sempur. Berdasarkan DAA1, caleg nomor 9 mendapat perolehan suara 79 dan caleg nomor 10 sebanyak 74 suara.

Sementara hasil DA1 berubah menjadi 99 suara untuk caleg nomor 9 dan 54 suara untuk caleg nomor 10. Di Keluarahan Tegallega, berdasarkan DAA1, caleg nomor 9 mendapat perolehan 84 suara dan caleg nomor 10 mendapat 91 suara. Sementara hasil DA1 berubah menjadi 94 suara untuk caleg nomor 9 dan 81 suara untuk caleg nomor 10. Terakhir di Kelurahan Babakan, berdasarkan DAA1, caleg nomor 9 mendapat perolehan 17 suara dan caleg nomor 10 sebanyak 457 suara. Namun, hasil DA1 berubah menjadi 167 untuk caleg nomor 9 dan 307 untuk caleg nomor 10.(rez/fin/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *