Suamiku Selingkuh dengan Atasannya! (2)

by -26 views

Dunia seperti runtuh di mata saya. Saya ingat hari itu saya menangis bukan karena dia pergi, tapi karena ayah saya berkata, ”Sudahlah, nanti Tuhan ganti dengan yang lebih baik.”

SAYA menangis karena ayah saya selalu menganggap saya berharga, padahal saat itu laki-laki yang saya cintai sepenuh hati, pergi mening­galkan saya dan anak-anak be­gitu saja. Dan mana ada laki-laki yang mau dengan perem­puan yang sudah punya 2 anak?

Singkat cerita, saya habiskan hari-hari sepi saya dengan sibuk bekerja, karier saya naik drastis, dan saya pun mulai melupakan luka yang ditinggal suami saya. Sampai suatu hari, saya bertemu dengan seorang laki-laki bernama Stan, yang katanya laki-laki paling ganteng dan cool di kantor. Ka­rena saya sibuk dengan kerjaan, saya sampai lupa untuk berso­sialisasi, apalagi bergosip dengan teman-teman kantor.

Hari itu ada masalah kantor yang mengharuskan saya diskusi dengan dia. Dan betul rumornya bahwa orang bilang dia cool. Kesan per­tama saya adalah dia laki-laki aro­gan dengan logat bicara khas orang Indonesia Timur. Hari berikutnya ada proyek yang harus dikerjakan tim dengan dia. Tanpa saya sadari akhirnya saya menjadi dekat dengan dia, dan mulai mengerti dengan pribadinya yang keras.

Perlahan-lahan kami mulai saling cerita dengan kisah masa lalu kami. Kalau saya janda dengan 2 anak, dia memilih menjadi single karena tunangannya menikah dengan laki-laki lain. Sebagai satu-satunya perem­puan di tim, saya melihat dia bukan tipe laki-laki perhatian. Dia laki-laki yang suka lihat saya kotor-kotoran dengan lumpur di proyek, dan kepanasan kehujanan di lapangan karena di­kejar deadline, sementara laki-laki yang lain siap melakukan apa saja buat saya. Tapi itu yang akhirnya membuat saya jatuh hati. (fim/ suf) (bersambung)