METROPOLITAN – Di balik aksi demo di Jakarta yang berujung ricuh menimbulkan dampak merugikan. Kerugian menyasar roda perekonomian yang terjadi di Ibu Kota Indonesia Salah satunya dialami 14 ribu pedagang di Pasar Tanah Abang dan PT Sarinah (Persero). Kedua pusat perbelanjaan itu memilih tidak beroperasi dan diprediksi mengalami kerugian hingga ratusan miliar rupiah.

Dirut PD Pasar Jaya, Arief Nasrudin, menyebutkan kerugian akibat tidak terjadinya transaksi perdagangan di Pasar Tanah Abang karena kerusuhan bisa mencapai Rp200 miliar. Perputaran transaksi sendiri dalam sehari bisa mencapai Rp200 miliar. ”Biasanya rata-rata perputaran transaksi di Tanah Abang bisa mencapai Rp200 miliar sehari di luar pick season seperti ini,” katanya, kemarin. Itu adalah perhitungan berdasarkan transaksi di luar Ramadan.

Pihaknya masih menghitung potensi kerugian berkaitan dengan Ramadan. ”Transaksi memang pastinya sedang tinggi karena menjelang Lebaran. Saya masih memperkirakan potensinya saat ini,” ujarnya. Sementara itu, Ketua I Koperasi Pedagang Pasar Tanah Abang Yasril Umar mengatakan, di Pasar Tanah Abang ada sekitar 25 ribu kios. Ia memperkirakan kerugian karena berhentinya aktivitas jual beli mencapai Rp100 miliar. bahkan di suasana Ramadan, kerugiannya bisa lebih dari itu.

”Ya kalau Ramadan agak meningkat gitu ya mau Lebaran. Jadi tergantung blok, tergantung dagangan, totalnya (kerugian, red) tadi saya bilang Rp50 miliar sampai Rp100 miliar, bahkan bisa lebih,” katanya. Tentunya para pedagang berharap besok bisa berdagang seperti biasa kembali. Dengan demikian, aktivitas perdagangan bisa berjalan normal. ”Mudahmudahan hari ini kondusif kan. Kalau kondusif hari ini besok sudah bisa aktif lagi,” tambahnya.

Di tempat terpisah, Direktur Utama Sarinah Gusti Ngurah Putu Sugiarta Yasa mengatakan, dengan ditutupnya pusat perbelanjaan, maka peritel yang ada di pusat perbelanjaan pelat merah tersebut kehilangan pendapatan hingga Rp500 juta per harinya. Bahkan omzet para peritel biasanya tumbuh dua kali lipat di Ramadan. ”Pendapatan rata-rata harian di Sarinah Thamrin adalah sekitar Rp400-500 juta. Bahkan kalau di Bulan Ramadan, omzet kami dua kali lipat,” jelasnya. (det/tib/rez/run)

BACA JUGA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here