Transportasi Jadi PR Kejar ‘City of Sport n Tourism

by -5 views

METROPOLITAN – Pemerin­tah Kabupaten (Pemkab) Bogor dibawah komando Bupati-Wakil Bupati Bogor Ade Yasin-Iwan Setiawan tengah fokus membangun branding sebagai kota olahraga dan pariwisata. Nyatanya, hal itu bukan peker­jaan mudah. Bupati Bogor Ade Yasin mengakui, dari berbagai kendala yang ada, persoalan transportasi jadi kendala utama mewujudkan cita-cita itu.

”Kita inginnya segera berlari mengejar The City Of Sport and Tourism. Tapi dari segala po­tensi dan persoalan yang ada kearah sana, sektor transpor­tasi jadi kendala utama yang menghalangi kita berlari di sektor pariwisata,” katanya saat ditemui Metropolitan.

Ketua DPW PPP Jawa Barat itu menambahkan, selain per­soalan infrastruktur jalan, ma­salah kemacetan kerap kali jadi momok wisatawan ’malas’ datang ke berbagai lokasi wi­sata Bumi Tegar Beriman. Dia beranggapan perlu ada moda transportasi alternatif untuk mendukung peningkatan Penda­patan Asli Daerah (PAD) di sektor pariwisata olahraga ini.

Namun, minimnya dana pada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) membuat wa­nita berkacamata itu beserta jajaran, mesti putar otak men­cari dana untuk pembangunan.

”Harus ada alternatif lain. Diantaranya kami sampaikan ke pemerintah pusat atau ke pemerintah provinsi DKI Ja­karta. bahwa kita butuh kereta api di beberapa titik, misalnya dari Bojonggede ke Leuwiliang, supaya mudah sampai kesana,” ungkapnya.

Selain itu, sambung dia, untuk dari Badan Perencanaan Pembangunan (Bappeda) Pro­vinsi DKI Jakarta yang pernah menawarkan pembangunan Cable Car, dari wilayah Gadog, Ciawi, menuju Puncak. ”Itu barangkalai sesuatu yang harus kita kejar, kalau memang me­reka punya program itu. Dia­plikasikan ke (Kabupaten) Bogor,” tegas AY, sapaan karib­nya.

Bupati wanita kedua sepanjang sejarah Kabupaten Bogor ini juga pernah diwacanakan pembangunan bandara kecil dan menarik perhatiannya. Ada keinginan menggandeng be­berapa pengusaha, misalnya Susi Air buka lapangan terbang disana. ”Kita buat proposal supaya dari Jakarta bisa langs­ung ke Bogor dengan transpor­tasi udara perintis. Seperti Ja­karta-Pangandaran saja kan Rp900 ribu tiketnya, tentu ke sini mah bisa lebih murah ka­rena lebih dekat kan,” paparnya.

AY pun optimis, bisa menge­jar jargon sebagai kota olah­raga dan pariwisata, demi me­ningkatkan PAD Kabupaten Bogor. Apalagi banyak lokasi yang mendukung pariwisata bertemakan olahraga, seperti Stadion Pakansari, Sirkuit Sen­tul, Paralayang Puncak, berba­gai arena golf atau arung jeram, yang berkali-kali digunakan even olahraga, level daerah, nasional hingga internasional. ”Berbagai spot itu harus bisa dimaksimalkan,” tuntasnya. (ryn/c/yok)