TRUK TAMBANG DIALIHKAN LEWAT JALAN ALTERNATIF

by -11 views

PARUNGPANJANG – Kecamatan Parungpanjang mewacanakan pem­buatan jalan alternatif bagi truk peng­angkut tambang untuk solusi kema­cetan, kerusakan jalan dan laka lantas yang melibatkan truk tambang.

Sekretaris Kecamatan Parungpanjang, Icang Aliyudin menjelaskan, kerusakan infrastruktur jalan Parungpanjang hingga Caringin mencapai 10 kilometer. Bahkan dalam 10 tahun ke belakang, kondisi jalan berdebu akibat truk tron­ton telah menimbulkan penyakit In­feksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA).

“Makanya kita mau usulkan jalan alternatif untuk truk angkutan tambang. Jalan nantinya lewat kebun sawit di Lebakwangi, Cigudeg tembus ke Desa Cikuda, Kertajaya, Kecamatan Rumpin tembus sampai Cisauk Tang­erang. Saya sudah lihat kok lokasinya,” kata Icang.

Icang mengatatan, kemacetan yang sering terjadi wilayah Kecamatan Parungpanjang, nantinya akan terpe­cahkan. Pasalnya, macet itu dikarena­kan truk tronton yang mogok hingga menyebabkan kemacetan panjang.

“Selain itu, terjadinya macet juga karena badan jalan yang kecil, semen­tara truk tronton berbadan besar dan ketika berpapasan memberikan dam­pak macet. Belum lagi, perputaran truk tronton yang melintas itu kurang lebih ada 3 ribu unit setiap harinya,” jelasnya.

Sebelumnya, Bupati Bogor, Ade Ya­sin menjelaskan, pihaknya sudah melalukan pertemua terakhir dengan BPTJ, beberapa waktu lalu.

Dari pertemuan itu, semua stake­holder kini membuka peluang untuk solusi baru yakni membuat kantong-kantong parkir di dua wilayah, baik di wilayah Kabupaten Bogor maupun di Tangerang. Kata dia, nantinya ada kerjasama dengan Perum Perhutani untuk lahan yang nantinya diman­faatkan sebagai kantong parkir.

“Sudah rapat dengan BPTJ. Kemun­gkinan solusinya terdekat membuat kantong. Ini solusi waktu dekat, kerja sama dengan Perhutani untuk mem­buat itu. Nanti pihak BPTJ yang akan koordinasi dengan Perhutani,” kata Ade.

Sedangkan jam operasional, yang kini masih diberlakukan, tetap dip­ertahankan saat kantong-kantong parkir itu sudah ada. Menurutnya, kebijakan pembuatan kantong parkir juga dilakukan sambil menunggu da­tangnya investor untuk membangun jalan khusus angkutan tambang. “Ope­rasionalnya masih yang itu. Itu so­lusi yang paling dekat, dan rencana jangka panjang itu ya membangun jalan,” kata dia.

Pendanaan pembuatan kantong parkir, Ade berharap pengusaha dan warga setempat ikut andil alias tidak hanya dari anggaran pemerintah. “Pengelolaannya nanti warga, mungkin ada rembukan dulu, musyawarah. Selain itu juga perusahaan harus ber­kontribusi. Jadi jangan hanya mengan­dalkan pemerintah,” jelasnya. “Apa­lagi mereka juga kan mengambil keuntungan di alam kita. Yang seha­risnya mereka juga menjaga alamnya,” tegasnya. (cex/ps/els)