Sejak awal Mei, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor telah mengoperasikan kantor Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) di tujuh wilayah. Namun keterbatasan sumber daya pegawai di UPT tersebut ditengarai bisa menghambat kinerja pelayanan kepada masyarakat.

KEPALA Disdukcapil Kabu­paten Bogor, Otje Soebagja, mengatakan, saat ini setiap kantor UPT Disdukcapil hanya ’dihuni’ sembilan pegawai te­naga staf dari disdukcapil yang melayani semua pelayanan administrasi. Mulai dari kepen­dudukan hingga pencatatan sipil, seperti akta lahir dan su­rat pindah. ”Sementara tiap UPT baru diisi koordinator (kantor UPT). Kita tahu Pemkab Bogor masih mengalami ke­terbatasan pegawai untuk Ese­lon IV. Jadi masih oleh koordi­nator atau plt (pelaksana tugas, red),” katanya kepada awak media, akhir pekan lalu.

Meski begitu, ia berharap keterbatasan pegawai tidak mengganggu pelayanan kepen­dudukan kepada masyarakat dan masih bisa diatasi dengan koordinator atau plt sebagai pengganti sementara kepala UPT. ”Kepala UPT-nya masih dikerjakan koordinator atau masih plt. Tapi semua sudah membuka pelayanan seperti yang diharapkan,” paparnya.

Dibukanya kantor UPT Dis­dukcapil, sambung dia, diklaim bisa meningkatkan pelayanan secara optimal kepada masy­arakat Bumi Tegar Beriman yang punya luas 2.664 kilome­ter persegi itu. Sehingga warga di wilayah tak perlu repot datang ke kantor Disdukcapil di Cibi­nong untuk mendapatkan pe­layanan administrasi kepen­dudukan dan pencatatan sipil. ”Mulai melayani masyarakat, meskipun masih ada keku­rangan,” imbuhnya.

Sekadar diketahui, tujuh UPT melayani wilayah sesuai zona per kecamatan, yakni UPT I Parung meliputi Kecamatan Parung, Kemang, Rancabungur dan Tajurhalang. Lalu, UPT II Rumpin meliputi Kecamatan Rumpin, Gunungsindur, Cise­eng dan Parungpanjang serta UPT III Cibungbulang yang membawahi Kecamatan Ci­bungbulang, Tenjolaya, Ciam­pea, Dramaga dan Pamijahan.

Sedangkan UPT IV Leuwisa­deng meliputi Kecamatan Leu­wisadeng, Leuwiliang, Jasinga, Cigudeg, Nanggung, Tenjo dan Sukajaya. Kemudian UPT V Ciawi meliputi Kecamatan Me­gamendung, Cisarua, Ciawi, Caringin dan UPT VI Cijeruk meliputi Kecamatan Cijeruk, Tamansari, Ciomas dan Cigom­bong. Terakhir, kantor UPT VII Cileungsi meliputi Kecamatan Cileungsi, Jonggol, Cariu, Tan­jungsari dan Sukamakmur. ”Sedangkan kantor Disdukca­pil fokus melayani masyarakat Kecamatan Cibinong, Citeu­reup, Sukaraja, Babakanmadang, Gunungputri dan Bojonggede,” beber Otje.

Sementara itu, Bupati Bogor, Ade Yasin, pernah menyebut adanya tujuh UPT Disdukcapil ini membuat warga Kabupaten Bogor di wilayah tak perlu da­tang ke kantor Disdukcapil Kabupaten Bogor di Kecamatan Cibinong jika ingin mengurus dokumen kependudukan. ”Tak perlu jauh-jauh ke Cibinong,” terangnya.

Wanita yang karib disapa AY itu memastikan, Pemkab Bogor terus berupaya mendekatkan pelayanan kependudukan lewat berbagai inovasi. Dengan pe­layanan yang terus ditingkatkan, lebih dekat dan lebih mudah, indeks kebahagiaan masyara­kat Bumi Tegar Beriman bisa meningkat. ”Kalau masyarakat bahagia, masalah-masalah akan lebih mudah diatasi,” tutup AY. (ryn/c/yok/py)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here