WARGA TANTANG MAUT LINTASI SUNGAI CILEUNGSI

by -12 views

METROPOLITAN – Warga Gunungs­ari, Kecamatan Citeureup, nekat menantang maut melintasi Sungai Cileungsi. Tidak ada jembatan pen­ghubung antara perbatasan Desa Gunungsari Kecamatan Citeureup dan Desa Lulut, Kecamatan Klapa­nunggal.

Warga Lulut, Nelih (40), mengung­kapkan, tak sedikit warga yang men­jadi korban terbawa arus ketika melintasi sungai tersebut. Apalagi, ketika hujan deras dan volume air sungai meningkat. Tak jarang ada yang jatuh, bahkan terbawa arus saat melintasi sungai. Setiap hari, ia melin­tasi sungai tersebut untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Bekerja di Ci­teureup, membuatnya harus melin­tasi jalan tersebut untuk mengejar waktu agar lebih cepat sampai.

Menurut Nelih, sebenarnya ada kabar pembangunan jembatan di jalan sungai itu, tetapi hingga saat ini belum ada realisasi pembangu­nannya. Padahal, pihak terkait sem­pat melakukan pengukuran dan pengambilan data untuk kebutuhan pembangunan jembatan. “Saya kerja di Citeureup, memang sih ada jalan lain tapi harus putar arah, jaraknya bisa beda 40 menit. Maka­nya saya lewat sini. Tapi kalau ban­jir ya terpaksa memutar,” jelasnya.

Ia berharap pemerintah daerah mau memberikan perhatian untuk mem­buatkan jembatan penghubung dua kecamatan, yakni Klapanunggal dan Citeureup. Dengan begitu, aktivitas sehari-hari warga di dua kecamatan tersebut bisa ditunjang dengan baik. (gi/els/py)