Tahun ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor kembali mengge­lar program Sekolah Ibu (SI). Sekolah yang diperuntukkan bagi kaum ibu Kota Hujan itu rencana­nya bakal berlangsung serentak di 68 kelurahan se-Kota Bogor pada Kamis (20/6), bertepatan dengan dua tahun program tersebut berjalan.

PENCETUS sekaligus penggagas di Kota Bogor, Yane Ardian, mengatakan, secara keseluruhan persiapan SI untuk tahun aja­ran 2019 sudah rampung, tinggal menung­gu pelaksanaannya. Tak hanya itu, istri Wali Kota Bogor Bima Arya juga mengaku hingga kini semuanya sudah berjalan se­suai target capaian. “Insya Allah persiapan SI sudah rampung semua. Mulai dari pere­krutan peserta di tiap kelurahan, peningka­tan kapasitas pengajar dan penempatan pengajar,” katanya saat dihubungi Metropolitan, kemarin siang.

Pelaksanaan SI tahun ini, sambung Yane, tidak berbeda jauh dengan tahun sebelumnya. Mulai dari modul materi, teknis pelaksanaan, mekanisme pembelajaran, pemateri dan instruktur, semuanya hampir sama dengan tahun lalu. Hanya saja pihaknya memberikan sedikit sentuhan terkait sejumlah kekurangan yang terdapat pada pelaksanaan SI berdasarkan hasil evaluasi.

“Secara umum semua teknisnya sama. Hanya saja ada sedikit perbedaan dari hasil evaluasi kami agar SI menjadi lebih baik lagi,” beber wanita yang juga menjabat sebagai ketua Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kota Bogor itu. Kendati secara umum memiliki kesamaan dengan tahun sebelumnya, Yane mengaku tahun ini SI sudah dilengkapi Peraturan Wali (Perwali) Kota yang membuat program tersebut lebih tertib administratif dan diharapkan lebih baik lagi tahun ini.

“Kalau tahun lalu Perwali-nya kan belum ada, kalau tahun ini sudah keluar. Jadi kalau perbedaan paling menonjolnya, SI tahun ini terlaksana sesuai Perwali. Secara hukum kita lebih tertib dan aman,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan dan Perlindungan Anak (DPMPPA) Kota Bogor, Artiana Yanar Anggraeni, mengatakan, untuk anggaran SI tahun ini pihaknya menerima anggaran sebesar Rp3,8 miliar.

“Anggaran itu kami gunakan untuk keberlangsungan SI. Mulai dari makan dan minum peserta, transportasi peserta, perjalanan dinas, pembayaran mentor, alat tulis hingga anggaran untuk wisuda,” katanya.

Secara umum pelaksanaan SI dibagi menjadi dua angkatan dalam satu tahun, angkatan pertama dan kedua. Untuk angkatan pertama akan dimulai mulai dari 20 Juni. Sementara angkatan kedua pada 9 September. Untuk peserta, setiap kelurahan mendapatkan kuota peserta masing-masing 30 peserta didik, dengan intensitas petemuan dua kali dalam satu pekan, setiap Senin dan Kamis yang berlangsung tiga hingga empat jam.

“Satu kelurahan mengirimkan 30 peserta, baik untuk angkatan pertama dan kedua. Nantinya mereka akan diberikan pembelajaran dalam 20 kali pertemuan. Semoga SI tahun ini lebih baik dari tahun lalu,” tutupnya. (ogi/c/yok/py)

BACA JUGA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here