Angkot Berstiker Porno Dirazia

by -31 views

Dinas Perhubungan dan Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kabupaten Sukabumi merazia angkutan kota (angkot) yang melintas di beberapa titik trayek untuk mencabut berbagai macam bentuk stiker atau gambar tempel yang berbau pornografi.

”Penertiban yang kami laku­kan ini bertujuan menghilang­kan kesan angkot tersebut urakan dan tentunya sebagai ajang edukasi kepada pemilik maupun sopir angkot bahwa yang menggunakan jasanya tersebut tidak hanya orang de­wasa, tapi juga ada anak-anak dan pelajar,” kata Sekretaris Jenderal Organda Kabupaten Sukabumi Dede Abdul Latif di Sukabumi, Selasa (18/6) pagi.

Razia tersebut dilakukan di beberapa titik seperti wilayah Kadudampit, Nagrak dan Warungkiara. Sesuai rencana, penertiban itu juga akan dila­kukan di trayek lainnya agar angkot yang beroperasi tidak ada stiker, baik berbau porno­grafi, kekerasan maupun ujaran kebencian.

Itu dilakukan agar penumpang merasa aman dan nyaman. Tentunya imbas positifnya ter­hadap pendapatan sopir yang akan bertambah, apalagi seka­rang ada angkutan umum ber­basis daring atau online. Se­hingga angkot harus terus berbenah agar bisa bersaing dengan angkutan online.

Tak hanya itu, angkot yang tidak ada nomor dan jurusan trayeknya langsung dipasang pihak Dishub sekaligus mem­berikan imbauan kepada ang­kot agar menarik penumpang sesuai trayeknya. Jangan sam­pai mengambil trayek lain ka­rena bisa berimbas terjadinya kecemburuan sosial.

”Razia dan penertiban ini kami lakukan untuk membenahi setiap angkot yang beroperasi di Kabupaten Sukabumi agar semakin tertata, nyaman dan aman,” tambahnya.

Dede mengatakan, selain melakukan penertiban sopir pun diberikan edukasi tentang keselamatan berlalu lintas se­perti tidak menurunkan dan menaikkan penumpang di sembarang tempat, selalu mem­bawa surat izin berkendaraan dan harus berbadan hukum.

Kemudian secara rutin mela­kukan uji kir serta seluruh lampu mobil harus berfungsi, mulai dari lampu senja, rem, sein dan lainnya. Tidak hanya itu, kaca film pun harus bening atau jelas terlihat dari luar dan tidak ngetem sembaran yang bisa menyebabkan kemacetan.

Memang masih banyak dite­mukan angkot yang tidak me­menuhi standar. Karena itu, pada razia tersebut pihaknya melakukan teguran dan untuk sanksi diserahkan sepenuhnya kepada Dishub sebagai in­stansi yang berwenang.

”Tidak hanya kepada angkot, penertiban seperti ini akan kami lakukan kepada angkutan umum lainnya seperti colt L-300, bus, truk dan lain-lain demi keselamatan dalam berlalu lintas,” pungkasnya. (feb/run)