METROPOLITAN – Kabar tak menyenangkan di­terima warga Kabupaten Sukabumi. Stok blanko KTP-el di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Sukabumi kosong. Alhasil, sejumlah pemohon pun harus rela membawa pulang Surat Keterangan (Suket) sebagai penggantinya se­mentara waktu.

Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan Pendaftaran Penduduk Disdukcapil Kabupaten Sukabumi Dewi Yayah mengata­kan, kekosongn blanko KTP-el itu sudah ter­jadi beberapa minggu terakhir sebelum Hari Raya Idul Fitri. “Bebe­rapa minggu terakhir ini stok blanko KTP-el di kami habis,” kata Dewi.

Ia mengaku pihaknya dari jauh hari sudah mengaju­kan kepada pemerintah pusat terkait kebutuhan blanko KTP-el untuk Kabupaten Sukabumi. Namun hingga kini belum ada kepastian kapan blanko itu tersedia kembali. “Kami mengajukan sesuai kebutuhan setiap bulan, yakni sekitar 6.000 keping. Ka­rena di Disdukcapil saja setiap harinya melayani sekitar 200 pemohon, belum lagi di setiap Unit Pelayanan Teknis Dinas (UPTD),” ucapnya.­

Sebab itu, Disdukcapil Kabu­paten Sukabumi sementara waktu memberikan Suket ke­pada para pemohon yang belum bisa mendapatkan KTP-el. Pasalnya, Suket yang diberikan memiliki fungsi dan kegunaan yang sama. Hanya saja masa berlakunya lebih singkat di­banding KTP-el. “Kegunaan Suket sama dengan KTP-el tapi masa berlaku Suket hanya enam bulan, beda dengan KTP-el,” imbuhnya.

Karena keterbatasan blanko, sambung Dewi, tak dipung­kiri sejauh ini masih banyak masyarakat yang memegang Suket untuk digunakan sesuai keperluannya. “Ya karena itu kebutuhan blanko KTP-el cukup banyak untuk mengganti Suket, belum lagi untuk pemula dan yang lainnya,” paparnya.

Pihaknya berharap ke depan pemerintah pusat bisa mem­berikan blanko lebih banyak lagi untuk memenuhi semua kebutuhan sehingga masyara­kat Kabupaten Sukabumi se­muanya dapat memiliki KTP-el. “Mudah-mudahan ke depannya kami bisa mendapatkan stok blanko lebih banyak lagi,” ha­rapnya.

Sementara warga asal Keca­matan Cikembar, Windi (24), mengaku kecewa lantaran tidak berhasil mendapatkan KTP-el padahal hendak berangkat kerja ke Malaysia. “Informasi­nya sih blanko KTP-el-nya su­dah habis, padahal saya mau berangkat kerja ke Malaysia. Kemungkinan mau menunggu dulu dapat KTP-el karena di Malaysia lumayan lama,” sing­katnya.

Hal senada juga disampaikan warga Desa Tanjungsari, Ke­camatan Jampang Tengah, Abdul (25). Ia mengaku sudah beberapa kali membuat per­mohonan KTP-el, namun hingga kini masih belum jadi juga. “Saya hanya diberikan Suket sementara saja. Karena blankonya kosong dan sudah ada pemberitahuannya,” keluh Abdul.

Abdul pun mengaku harus menunggu sampai beberapa bulan ke depan agar bisa me­nerima KTP-el tersebut. Ia meminta ke depan Disdukca­pil bisa berupaya maksimal untuk melengkapi blanko KTP-el sehingga masyarakat sebagai pemohon tidak harus pulang pergi. “Ribet jadinya kalau ha­rus pulang-pergi, apalagi jarak tempuh sangat jauh. Semoga saja ke depan tidak lagi se­perti sekarang,” tandasnya. (ps/rez/run)

BACA JUGA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here