Burhan Resmi Jadi Bos PNS Kabupaten Bogor

by -5 views

METROPOLITAN – Setelah penantian cukup lama, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor akhirnya akan melantik sekretaris daerah (sekda) hari ini. Dari sejumlah nama yang digadanggadang sebelumnya, Burhanudin menjadi pilihan untuk mengawal kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Bogor Ade Yasin-Iwan Setiawan ke depannya.

Wakil Bupati Bogor Iwan Setiawan mengatakan, pemilihan sekda telah melalui proses open bidding dari tim seleksi yang sudah ditunjuk dari berbagai instansi. Hasilnya mengerucut pada tiga nama, yaitu Burhanudin, Syarifah Sopiah dan Yani Hasan. Menurut Iwan, bupati Bogor sendiri memiliki kewenangan memilih satu dari tiga nama yang direkomendasikan setelah diusulkan ke Kemendagri. Dirinya mengaku memilih satu dari tiga nama yang ada bukanlah hal mudah. Sebab, ketiganya dianggap memenuhi syarat karena merupakan orang-orang terbaik.

“Bupati kan punya kewenangan memilih dari tiga nama itu. Intinya ada penilaian khusus yang bupati berikan untuk memilih salah satu dari ketiganya. Semuanya terbaik, tapi ada penilaian tertentu yang menjadi bahan pertimbangan akhir,” kata Iwan.

Iwan menjelaskan, selain urusan pemerintahan, seorang sekda harus bisa berkomunikasi dengan baik kepada internal Pemkab Bogor maupun eksternal. Paramater ini memang sulit dihitung berdasarkan angka sehingga perlu penilaian khusus. “Ada poin tertentu yang kami yakini, seperti seorang sekda harus mampu berkoordinasi lintas dinas. Jadi kemampuan koordinasi dan komunikasinya harus bagus ke dalam dan ke luar. Pak Burhan punya kelebihan itu juga,” terangnya. Iwan berharap setelah pelantikan sekda bisa menjalankan tugas dengan semestinya. Saat masih menjadi plt lalu, gerak sekda masih terbatas sehingga saat ini sudah mantap untuk berlari. “Kalau kemarin kan plt, jadi geraknya terbatas. Kalau sekarang kan sudah jelas, jadi harus lebih baik lagi,” harap Iwan.

Saat disinggung soal rotasimutasi pejabat lainnya di lingkungan Pemkab Bogor, Iwan mengaku akan menyusul setelahnya. Sebab, dirinya dan bupati harus merumuskan terlebih dulu formasi yang akan digunakan untuk merealisasikan visimisi bupati dan wakil bupati. Yang jelas, rotasi dan mutasi ini akan dilakukan dalam waktu cukup dekat.

“Rotasi, mutasi dan promosi tentu perlu kita rumuskan. Tidak beda jauh seperti formasi sepak bola, kita mau pakai formasi bertahan atau menyerang misalkan. Formasi akan berubah dan yang jelas pertimbangannya bukan soal suka atau tidak suka. Tapi semua demi tujuan bersama memajukan Bogor,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Bogor Ilham Permana menilai secara umum pengangkatan Burhan sebagai sekda dinilai sudah sesuai prosedur yang seharusnya ditempuh. “Pengangkatan Pak Burhan selaku sekda tentunya sudah melalui mekanisme dan tahapan sesuai aturan yang ada,” katanya kepada Metropolitan.

Mengingat banyaknya tugas yang mesti dilakukan sebagai seorang sekda, sosok Burhan diharapkan mampu menjadi mobilisator penunjang kinerja pemerintah Bumi Tegar Beriman. Sehingga, visi dan misi bupati dan wakil bupati dapat terealisasi dan mencapai target sesuai harapan bersama.

Orang nomor satu pada jajaran DPRD Kabupaten Bogor itu juga menilai Burhan merupakan sosok yang dirasa tepat untuk menjabat sekda. Loyalitas dan gaya komunikasi yang baik dinilai menjadi modal utama bagi Burhan dalam mengakomodasi segala kebijakan dan kepentingan dalam memajukan Bumi Tegar Beriman.

“Pembawaan seorang Pak Burhan yang supel dan loyal merupakan modal utama dalam beliau menjalankan tugasnya sebagai sekda. Sehingga dapat terjadi harmonisasi antardinas daerah dan lembaga teknis daerah. Tentunya dengan tidak melupakan sepak terjang dan prestasinya sebagai birokrat,” tutupnya. (ogi/b/fin/mam/run)