Caleg Gerindra cuma Ingin Transparansi

by -
Sopian Ali Agam

METROPOLITAN – Dua dari empat calon legislatif (caleg) Partai Gerindra, Nina Anggraeni dan Roro Rosdiana, angkat suara terkait pemberitaan pelaporan penyelewengan dana kontribusi oleh Ketua DPC Partai Gerindra Kota Bogor Sopian Ali Agam. Berkunjung ke Redaksi Radar Bogor dan Harian Metropolitan, Nina Anggraeni menyayangkan bahwa dalam pemberitaan tidak ada konfirmasi kepada empat caleg yang terlibat atau diberitakan tersebut. “Kami melihat kata gagal paham ini dari kalimat wartawan agar berita menarik. Kedua, klarifikasi bahwa kami bukan caleg baru,” katanya.

Bagi mereka dengan adanya gagal paham dan berkali-kali dikatakan atas gagalnya ke parlemen itu memojokkan mereka. Ia menegaskan bahwa pelaporan yang dilakukannya bersama tiga caleg lain bukan karena mereka gagal ke parlemen dan meminta uang kembali. “Bukan. Ini kami lakukan justru dari September 2018. Melakukan klarifikasi dan verifikasi ke DPC internal, setelah tidak ada hal-hal yang kami inginkan.

Bukan masalah uang, tapi kami ingin adanya transparansi laporan. Sampai kami berikan tenggang waktu sampai 31 Mei. Karena 1 Juni kami baru laporkan ke polisi,” paparnya. Nina juga menegaskan bahwa dirinya dan tiga teman caleg Gerindra lain hanya ingin klarifikasi dan verifikasi dana kontribusi tersebut mengalir dan digunakan ke mana saja.

Menambahkan, Roro Rosdiana juga menggarisbawahi bahwa yang mereka pertanyakan adalah dana kontribusi, berbeda dengan dana gotongroyong. “Keduanya kan berbeda. Karena kami diminta dana kontribusi, ada formnya. Kita tanda tangan, ditentukan nominalnya. Kalau sumbangan, sukarela kan. Terserah kita,” kata Roro. Roro juga menceritakan bahwa dirinya dan para caleg diminta dana kontribusi sesuai internal dan eksternal.

Mereka diminta dana sesuai kesepakatan. Dana tersebut dipakai tiga item, yaitu APK, untuk kampanye dan untuk insentif saksi. “Sejak kampanye dimulai, saya tanya, sudah masuk kampanye, kapan dibagikan APK untuk dipasang di wilayah? Namun tidak ada jawaban pasti. Sampai Novermber kita datangi, dasar munculnya dana kontribusi. Tidak ada dasar yang jelas, hanya berdasarkan rakerda,” bebernya. Karena tidak ada respons dari Ketua DPC Gerindra Kota Bogor Sopian Ali Agam, awal Desember mereka mengajukan surat resmi untuk menanyakan calon saksi sebagai terlapor. “Karena melalui komunikasi apa pun sulit bertemu, makanya kami buat surat resmi. Tapi sama sekali tidak ada respons. Januari juga tidak ada respons. Saya sudah minta sejak Desember ke wakil ketua DPC. Saya juga tanya, bagaimana soal pencalegan. Jawabannya, dia bilang tidak tahu sama sekali tentang pencalegan, karena dia tidak dilibatkan,” ungkapnya.

Akhirnya keempatnya pun melaporkan perihal itu. Yang hingga kini, jelas Roro, prosesnya masih tahap pemanggilan saksi-saksi. Menanggapi hal tersebut, Ketua DPC Gerinda Kota Bogor Sopian Ali Agam mengatakan bahwa aliran dana kontribusi tersebut sudah sesuai aturan dan kebijakan partai. Peruntukkannya pun sudah ia jelaskan untuk pemilu dari mulai pemberkasan sampai saksi. “Sudah, sudah dijelaskan peruntukkannya ke empat orang tersebut,” singkatnya, kemarin. (ran/mam/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *