Sebanyak 420 pengendara terjaring razia dalam operasi gabungan di sejumlah titik di Kota Sukabumi, kemarin. Operasi tersebut terdiri dari kepolisian, Denpom, Dishub, Jasa Raharja dan Bapenda Provinsi Jawa Barat Pusat Pengelolaan Pendapatan Daerah (P3D) Wilayah Kota Sukabumi.

KASI Penerimaan dan Pena­gihan P3D Wilayah Kota Suka­bumi Rendy Supriyatna men­gatakan, sebanyak 420 ken­daraan terjaring dalam ope­rasi tersebut, 175 di antaranya diketahui belum membayar pajak. ”Dari 175 yang belum membayar pajak, 74 langsung pajak di tempat dan 101 lainnya membuat surat pernyataan,” katanya.

Tak sampai di situ, lanjut Rendy, selain persoalan pajak, dalam operasi tersebut juga ditemukan pelanggaran pada Surat Izin Mengemudi (SIM) sebanyak 210 orang. ”Dua ratus sepuluh pelanggar itu ada yang memang telat dan juga ada yang mati,” ujar Rendy.

Sementara itu, Kepala P3D Wilayah Kota Sukabumi Iwan Juanda menyebut sebanyak 40 ribu kendaraan pelat hitam di Kota Sukabumi, baik roda dua maupun empat, belum mem­bayar pajak. ”Empat puluh ribu dari 126 ribu kendaraan pelat hitam di Kota Sukabumi, baik roda dua maupun empat, masih menunggak pajak. Itu data per awal Juni bulan ini,” kata Iwan.

Menurut Iwan, rendahnya kesadaran masyarakat men­jadi salah satu faktor penyebab banyaknya kendaraan yang belum membayar pajak. Pada­hal, pajak kendaraan bermotor itu merupakan salah satu sum­ber Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang dikelola pemerin­tah provinsi (pemprov).

Tetapi ada pembagian dengan pemerintah kota (pemkot), dengan perbandingan 30 per­sen untuk pemkot dan 70 per­sen untuk pemprov. ”Selain soal kesadaraan, ada juga fak­tor kondisi ekonomi. Padahal sosialisasi itu terus dilakukan,” pungkas Iwan. (sub/rez/run)

BACA JUGA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here