Dishub Haramkan Angkot Tua Ngaspal

by -7 views

METROPOLITAN – Menata kem­bali transportasi kota ke arah lebih baik, menjadi salah satu alasan di­keluarkannya surat edaran Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor. Surat ini mengatur batas usia opera­sional kendaraan angkutan dan me­kanisme perpanjangan perizinan angkutan dalam trayek di Kota Hujan.

Surat dengan nomor 551.21/383 itu menyinggung tiga poin penting yang harus dipatuhi semua pihak yang terlibat dalam angkutan per­kotaan. Dasar keselamatan penum­pang angkutan umum, kebijakan konversi angkutan hingga batasan maksimal kendaraan menjadi poin inti kebijakan tersebut.

Pengawasan dan Keselamatan Dis­hub Kota Bogor, Aria Dinata, men­gatakan, sejak surat ini dikeluarkan pada 16 Mei 2019 jajarannya langs­ung menyosialisasikan kebijakan itu ke seluruh pihak. Mulai dari ba­dan hukum angkutan, organda hingga semua pihak yang dinilai terlibat dalam urusan transportasi di Kota Bogor. “Kami sudah sosia­lisasikan secara umum dan mereka setuju dengan program ini, namun hanya minta waktu menyesuaikan­nya,” kata Aria.

Demi berlangsungnya program ter­sebut, pihaknya sempat menawarkan sejumlah kemudahan. Penambahan batasan maksimal usia kendaraan dari 10 menjadi 20 tahun hingga membebaskan biaya admi­nistrasi KIR. “Alhamdulillah, mereka tak ada yang menolak. Kalau 10 tahun mereka kebe­ratan, tapi kalau 20 tahun me­reka oke,” bebernya. ­

Sementara itu, Kepala Sek­si (Kasi) Pengujian Kendara­an Bermotor Dishub Kota Bogor, Rudi Partawijaya, men­gatakan, secara umum kebi­jakan ini merupakan salah satu langkah memuliakan angkutan umum di Kota Bo­gor. Berdasarkan pengalaman­nya, rata-rata angkutan dengan usia di atas 20 tahun menga­lami sejumlah kerusakan. Hal itu berpotensi membahayakan keselamatan penumpang.

“Tahun ini dari 3.412 ang­kutan kota yang tersebar di 30 trayek di Kota Bogor seki­tar 700 kendaraan bakal ter­kena kebijakan ini. Artinya, 700 angkutan itu dipastikan tak bisa beroperasi kembali,” tegasnya. Jika sudah seperti ini, maka pilihannya cuma dua, diganti menjadi pelat hitam atau mau dibesituakan. ”Kalau kita biarkan angkutan tua beroperasi, tentu akan berpengaruh bagi keselama­tan penumpang. Tak menutup kemungkinan, meskipun dari luar angkutan masih ba­gus, kan dalamnya tidak tahu,” tutupnya. (ogi/c/yok/py)