Diskon Ojol Di Hapus Bulan Ini

by -34 views
DISKON DIHAPUS: Seorang penumpang memesan ojek online (ojol) di depan Cibinong City Mall (CCM), Kabupaten Bogor. Kemenhub akan mengeluarkan aturan terkait pelarangan diskon pada transportasi online tersebut.

METROPOLITAN – Pemerintah dalam hal ini Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bakal mengeluarkan aturan terkait pelarangan diskon pada transportasi online, termasuk ojek online. Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, menjelaskan, saat ini terdapat dua jenis diskon yakni langsung dan tidak langsung. Yang ada saat ini ialah diskon tidak langsung melalui mitra.

”Diskon langsung relatif tidak ada, diskon yang ada ini relatif tidak langsung yang diberikan partnerpartnernya,” katanya di Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Jakarta, kemarin. Menurut Budi, diskon hanya memberikan keuntungan sesaat. Untuk jangka panjang, diskon akan memberikan persaingan yang tidak sehat.

”Oleh karena itu, kita merancang satu Permen (Peraturan Menteri) atau surat edaran yang melarang diskon-diskon ini memang memberikan suatu keuntungan sesaat tapi untuk long term saling membunuh itu yang kita ingin tidak terjadi,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub, Budi Setiyadi, menjelaskan, diskon bukan diberikan aplikator melainkan perusahaan lain. ”Kalau dari saya, sebetulnya diskon-diskon itu bukan aplikator Go-Jek atau Grab, dari fintech dari OVO, Go-Pay itu entitas sendiri. Bukan dari Go-Jek, itu seperti apa. Tapi Pak Menteri sampaikan minggu ini akan konsentrasi ke sana,” ujarnya.

Budi menuturkan, pelarangan diskon akan keluar pada akhir Juni. Aturan ini bersamaan dengan tarif baru ojek online. ”Paling 1-2 minggu ke depan. Akhir Juni sudah selesai,” ujarnya.(de/yok/py)

Loading...