Diturunkan di Tengah Jalan hingga Kelinglungan

by -1 views

Nenek Sartiah, begitu ia akrab disapa. Wanita paruh baya berusia 85 tahun itu memiliki cerita kelam saat mudik Idul Fitri kemarin. Warga Koleberes, RT 02/17, Kelurahan Dayeuhluhur, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi, itu kelinglungan di Bandung.

CERITA itu bermula saat Sar­tiah mudik ke kampung halaman­nya di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Lalu pada Minggu (9/6) pagi ia berangkat kembali ke Sukabumi naik bus. ”Jadi saya itu pulang dari Brebes hari Ming­gu pagi, dan malamnya sampai di Bandung,” kata Sartiah.

Di Bandung itu kisahnya di­mulai. Saat di bus, Sartiah menga­ku tiba-tiba diturunkan sopir lantaran ia diberi tahu bus yang dinaiki bukan tujuan ke Su­kabumi. Seketika itu pula Sartiah turun di suatu tempat yang tak ia ke­nali sama sekali. Ia mengaku sempat linglung. ”Kata sopirnya, bus yang saya naiki ini tidak ke Sukabumi, jadi saya diturun­kan di Bandung. Pas saya turun di Bandung, tiba-tiba saya bing­ung saja saya ada di mana,” ucap­nya.

Beruntung, saat itu Sartiah mendapat pertolongan dari aparat kepolisian. Ia lalu di­bawa ke Polsek Panyileukan Kota Bandung, lalu diantar ke terminal untuk melanjutkan perjalanan ke Sukabumi hing­ga tiba dengan selamat. ”Be­berapa jam saya sempat be­rada di Polsek. Akhirnya saya dibantu, diantar ke terminal untuk lanjut ke Sukabumi. Dan Senin pukul 02:00 WIB, saya sampai di Sukabumi,” ujarnya.

Sementara anak Sartiah, Gu­nyati (35), mengatakan bahwa ibunya pergi ke Brebes pada Jumat (7/6) lalu, dua hari setelah Idul Fitri. Ibunya itu pergi tanpa sepengetahuan dirinya, karena ingin bertemu adiknya di Brebes. ”Sebelumnya sempat dilarang agar jangan ke Brebes karena kondisinya masih sakit. Tapi ibu tetap pergi ke sana tanpa sepeng­etahuan saya,” singkat Gunyati. (sub/rez/run)