Sidang pamungkas Ahmad Dhani akhirnya digelar di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Selasa (11/6). Mantan suami Maia Estianti itu harus mempertanggungjawabkan perbuatannya yang dinilai mencemarkan nama baik melalui video yang ia unggah ke akun Instagram.

”PILIHAN kata-kata terdakwa menuduh pelaku demonstrasi idiot. Terbukti sah dan meyakinkan bersalah, mendistribusikan infor­masi elektronik yang bermuatan penghinaan,” ujar hakim yang memimpin sidang Dhani. Dalam sidang yang dimulai pukul 11:00 WIB, majelis hakim memvonis Ahmad Dhani dengan hukuman satu tahun penjara. Hukuman ini lebih ringan dari tuntutan tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang mengaju­kan 1 tahun 6 enam bulan.

Dalam sidang ini, Dhani didampingi tim pengacara, Mu­lan Jameela dan tiga anak Ahmad Dhani. Setelah menja­tuhkan vonis, hakim memberi waktu tujuh hari untuk Dhani mempertimbangkan tindakan banding. ”Saya (pi­lih) banding,” ujar Ahmad Dhani mantap. ”Lho kapan konsultasi (dengan kuasa hukum)?” tanya sang hakim ter­kejut. ”Sudah saya putuskan banding,” ujar Dhani penuh percaya diri.

Kasus penghinaan ini bermula saat Dhani tengah berada di Surabaya untuk menghadiri acara#2019GantiPresiden pada Agus­tus 2018. Saat hendak keluar hotel tempatnya menginap, Dhani dihadang sejumlah demonstran. Emosi dengan keadaan ini, Dha­ni merekam para demonstran sembari menyebut mereka idiot.

Video ini pun diunggah ke akun instagram pribadi Ahmad Dha­ni dan berujung tuntutan hukum. Saat kasus ini bergulir, Ahmad Dhani tengah berjuang menjadi politisi sebagai caleg dari sebuah parpol. (kpl/mam/py)

BACA JUGA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here