Ekonomi Inggris Kacau

by -10 views
Union Flags and European Union flags fly near the Elizabeth Tower, housing the Big Ben bell, during the anti-Brexit 'People's March for Europe', in Parliament Square in central London, Britain September 9, 2017. REUTERS/Tolga Akmen

METROPOLITAN – Ekonomi Inggris mengalami tekanan karena tidak adanya kepastian Brexit (British Exit) atau keluarnya Inggris dari Uni Eropa. Tekanan tersebut dipicu melemahnya sektor manufaktur. Ekonomi Inggris menyusut 0,4 persen pada April. Angka tersebut lebih besar dibanding data Maret di mana ekonomi Inggris terkontraksi 0,1 persen. ”Pesan yang jelas adalah bahwa pertumbuhan yang mendasari cukup lamban,” kata Ekonom Senior dari Capital Economics, Ruth Gregory.

Sektor manufaktur mengalami tekanan besar. Tiga tahun setelah referendum Brexit, perusahaanperusahaan berbasis di Inggris masih tidak tahu nasib perdagangan mereka dengan Uni Eropa. Di mana mereka menyumbang sekitar setengah ekspor barang Inggris.

Output manufaktur anjlok 3,9 persen dibanding bulan sebelumnya. Sementara produksi mobil turun 24 persen. Rob Kent-Smith, pejabat Kantor Statistik Nasional, mengatakan, ada pelemahan yang luas di manufaktur. Produksi bahan kimia, farmasi dan logam dasar menurun pada April. Lebih lanjut dari data survei mencakup sektor jasa, manufaktur dan konstruksi pada Mei memperkuat kesimpulan jika ekonomi Inggris sedang terhenti.

”Dengan kelumpuhan Brexit dan ekonomi global yang melambat, kami ragu PDB akan tumbuh lebih dari 1,5 persen atau lebih pada 2019 secara keseluruhan dan mengharapkan suku bunga tetap ditahan sampai pertengahan tahun depan,” kata Gregory.(de/yok/py)