Keheningan Desa Tamansari, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, mendadak mencekam pada Selasa (11/6) malam. Gatot, warga Desa Sukamanah, Kecamatan Tamansari, ditemukan bersimbah darah. Pria paruh baya berusia 54 tahun itu dibacok temannya sendiri, Itang (54), yang tak terima dituduh mencuri peralatan pabrik jemuran

METROPOLITAN  – Informasi yang dihimpun, korban dan pelaku masih tinggal satu desa dan telah lama saling kenal. Kemudian terjadi kesalahpahaman antara keduanya. Korban yang diberi amanah menjaga pabrik dekat rumahnya mengalami kehilangan barang. Korban Gatot pun curiga dengan gerak-gerik pelaku Itang.

Pelaku yang juga berteman baik dengan kakak korban itu diketahui sering berkunjung ke rumah kakak korban. Lalu pada Selasa (11/6), korban mengetahui bahwa pelaku ada di rumah kakaknya dan mencegat pelaku saat hendak pulang sekitar 50 meter dari kediaman kakak korban.

Pelaku diketahui tidak terbukti mencuri. Namun kecurigaan korban kepada pelaku menjadi dasar pencegatan tersebut. “Pas pulang dia dicegat sama korban dan anaknya (korban, red). Terjadi cekcok lah, lalu berujung pembacokan terhadap korban Gatot di lehernya, sekitar pukul 22:30 WIB,” kata Kapolsek Tamansari Iptu Nur Hidayat kepada Metropolitan, kemarin. Setelah membacok Gatot, sambung Nur Hidayat, pelaku langsung melarikan diri membawa barang bukti golok. Namun pelaku meninggalkan sepeda motor ya n g dikendarainya.

Gatot yang terkapar pun langsung digotong anaknya untuk dibawa ke RS Ummi untuk mendapatkan pertolongan. “Setelah dibacok itu korban masih sadar, masih bilang ‘aduh’ ke anaknya. Lalu dibawa ke RS Ummi. Dari lokasi ke rumah sakit kan ada satu jam lah, sehingga korban kehilangan banyak darah. Korban meninggal di rumah sakit,” paparnya. Gatot pun tak terselamatkan nyawanya saat dibawa anaknya ke RS Ummi karena kehilangan banyak darah. Luka sayatan pun mencapai delapan sentimeter. “Kalau kedalamannya belum tahu persis. Setelah meninggal, korban langsung dibawa ke rumahnya. Awalnya keluarga enggan diautopsi. Akhirnya mau setelah melakukan laporan hari ini (kemarin, red),” kata Nur Hidayat.

Hingga kini, polisi masih mencari keberadaan pelaku untuk mengungkap modus sebenarnya. Sebab, belum bisa memastikan ada unsur kesengajaan atau tidak. Dugaan sementara diawali karena kesalahpahaman saja. “Senjatanya juga dibawa kabur. Tapi motornya ditinggal. Keluarga laporan ke polsek setelah korban dibawa ke rumah dari rumah sakit. Buser dan reskrim masih mencari pelaku, belum tahu ada unsur kesenagjaan atau tidak atau ada modus lain,” ucapnya.

Sementara anak korban, Adi, kepada polisi mengaku sempat melerai keduanya. Namun pelaku langsung mengeluarkan senjata tajam yang dibawanya dan langsung membacok ayahnya. Sabetan senjata pun mengenai leher orang tuanya hingga jatuh di lokasi. Saat jatuh bersimbah darah, pelaku langsung melarikan diri. “Bapak sempat dibawa ke rumah sakit, namun nyawanya tidak tertolong,” singkat Adi. (ryn/c/ rez/run)

BACA JUGA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here