KCD Minta Sekolah Tambah Operator PPDB

by -

METROPOLITAN – Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah 2 Bogor menyikapi santai pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMA/SMK di Kota Bogor yang terlihat seperti antrean Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). Menurut Kepala KCD Pendidikan Wilayah 2 Bogor, Dadang Ruhiyat, antrean panjang yang terjadi merupakan hal wajar. Bahkan hal serupa juga terjadi di hampir seluruh wilayah di Jawa Barat. “Itu mah bukan Bogor saja. Hampir seluruh wilayah di Jawa Barat mengalami hal yang sama dengan kita. Rata ini mah,” cetus Dadang.

Menurutnya, gagal pahamnya masyarakat mengenai informasi PPDB berawal dari sejumlah media sosial. Tren masyarakat yang acap kali percaya dengan sebuah informasi tanpa memastikan kebenarannya, menjadikan informasi tersebut cepat tersebar di tengah masyarakat. Padahal pihaknya mengaku sudah menyosialisasikan hal tersebut sejak dari jauh-jauh hari sebelumnya. “Kita sudah sosialisasi lho kepada masyarakat dari jauh hari soal PPDB ini. Itu mah dari grup media sosial, seperti grup ibu-ibu gitu. Makanya infonya cepat tersebar,” ucapnya.

Tak hanya itu, pihaknya juga sempat menginstruksikan kepada SMA dan SMK untuk mengundang setiap wali murid memberikan informasi mengenai kebijakan PPDB tahun ini. “Kita sering adakan sosialisasi ke sekolah-sekolah di depan orang tua murid. Bahkan KCD langsung yang menjadi narasumber dan menyampaikannya ke depan orang tua murid,” imbuhnya.

Dirinya juga menuturkan, antrean panjang juga terjadi lantaran lamanya proses penunjukkan zonasi tempat tinggal yang dilakukan pendaftar kepada operator PPDB di setiap sekolah. “Biasanya lamanya itu saat input data pendaftar. Apalagi saat menunjukkan tempat tinggal pendaftar ke operator, satu orang bisa sampai tujuh hingga sepuluh menit itu,” tuturnya.

Disinggung soal langkah antisipasi ke depannya agar hal serupa tidak terulang kembali, Dadang mengaku sudah melakukan rapat evaluasi internal dengan pihaknya. Dadang juga sudah menginstruksikan kepada sejumlah kepala sekolah untuk menambah operator dan petugas PPDB di masing-masing sekolah demi meminimalisasi antrean. “Tadi kita rapatkan dengan semuanya. Hasilnya kami sudah menginstruksikan kepada pihak sekolah untuk menambah operator dan SDM PPDB agar proses pelayanan bisa lebih cepat dan meminimalisasi antrean panjang,” ungkapnya.

Dirinya juga mengimbau kepada sekolah untuk mulai melakukan pelayanan sejak pukul 07:00 hingga 16:00 WIB. Pihaknya juga tidak segan akan memberikan sanksi tegas kepada sekolah yang tidak taat. “Bagi sekolah yang tidak patuh pada petunjuk teknis PPDB 2019, kami akan berikan sanksi tegas,” tutupnya. (ogi/c/rez/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *