Koalisi Adil Makmur Bubar

by -12 views

Koalisi Indonesia Adil Makmur yang dibentuk partai politik pendukung Prabowo SubiantoSandiaga Uno mengumumkan bubar. Hal ini menyusul sudah adanya putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait sengketa pemilihan presiden (pilpres) 2019.

METROPOLITAN – Sekertaris  Jenderal Partai Demokrat Hinca Panjaitan mengatakan, usai putusan Mahkamah Konstitusi (MK), maka koalisi pendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno berkahir pula. Menurut Hinca, usai putusan MK ini tidak ada pasangan capres dan cawapres. Sehingga berakhir pula partai-partai koalisi pendukung Prabowo-Sandi. “Saya kira iya (koalisi berakhir, red). Maka koalisi untuk paslon presiden itu telah berakhir,” ujar Hinca.

Adanya koalisi lima partai politik ini dimaksud untuk membantu kemenangan pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di pilpres. Maka setelah hajatan itu selesai, tidak ada lagi koalisi. ”Bahwa koalisi lima parpol ini mengusung pasangan calon presiden. Kemarin setelah diketuk MK, tidak ada lagi calon presiden itu. Yang ada adalah presiden terpilih. Ada calon presiden yang tidak terpilih,” katanya. Hinca menambahkan, dalam Partai Demokrat akan menyampaikan sesuatu hal kepada Prabowo Subianto. Karena Koalisi Indonesia Adil Makmur sudah bubar. Sebab, Demokrat bergabung dengan koalisi baik-baik. Maka proses bubarnya juga baik-baik. ”Jadi istilahnya kalau peluit ditiup tanda pertandingan dimulai, maka pasti akan peluit ditiupkan tanda pertandingan berakhir. Maka koalisi untuk paslon presiden itu telah berakhir,” tuturnya.

Hal ini juga diakui Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani. Menurutnya, dalam rapat bersama pimpinan partai koalisi, Prabowo menyatakan koalisi Indonesia Adil Makmur dan BPN Prabowo-Sandi telah selesai. ”Pak prabowo menyampaikan pertama-tama ucapan terima kasih yang amat besar kepada partai koalisi atas kepercayaan partai koalisi, yakni PKS, PAN, Demokrat dan Berkarya dalam pemilihan presiden,” lanjut Muzani. Ia mengatakan, Prabowo menyerahkan keputusan berikutnya kepada parpol masing-masing. Sebab, hal itu tidak bisa diintervensi sehingga mempersilakan mengambil langkah politik berikutnya.

”Hari ini dikembalikan pada partai masing-masing. Oleh karena itu, beliau menghormati semua dan mempersilakan parpol untuk mengambil keputusan parpolnya masing-masing,” ungkapnya. Muzani menjelaskan, Prabowo menyampaikan permohonan maaf kepada parpol koalisi dan pendukung Prabowo-Sandi, serta perjuangan untuk mencapai kebenaran telah diputuskan MK, sehingga pihaknya akan patuh atas putusan tersebut. ”Prabowo mengaku bertanggung jawab sehingga menyampaikan permohonan maaf pada semua elemen masyarakat dan pendukung di tiap kampanye serta itu menjadi modal yang kuat,” ujarnya.

Sementara terpisah, Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan mengatakan, Koalisi Adil dan Makmur telah berakhir pasca-ditolaknya permohonan gugatan hasil pilpres 2019 yang diajukan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. “Pak Prabowo tadi menyampaikan tadi dengan berakhir putusan MK, maka Koalisi (Adil dan Makmur, red) sudah berakhir,” ujar Zulhas, sapaan akrabnya.

Zulhas menambahkan, Prabowo juga mempersilakan kepada partai-partai di koalisi Adil Makmur untuk mengambil inisiatif sendiri terkait langkah koalisi ke depan. “Silakan partai-partai mengambil inisiatif sendiri,” kata Zulhas menirukan perkataan Prabowo. Sementara itu, Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera mengatakan, bangsa ini harus melangkah ke depan dipimpin oleh petahana. Maka dari itu, inisiator gerakan #2019GantiPresiden itu pun meminta semua pihak menerimanya.

“Terlepas dari ada kekurangan dalam proses dan pelaksanaan pemilu, bangsa ini mesti melangkah ke depan. Dan lima tahun ke depan, Pak Jokowi mendapat amanah memimpin negeri ini,” ujar Mardani. Dalam mengawal pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin, Mardani mengajak semua pihak merapatkan barisan untuk menjadi oposisi yang kritis dan konstruktif.

Hal itu dilakukan sebagai kekuatan penyeimbang pemerintah. “Koalisi Adil Makmur sangat layak diteruskan menjadi kekuatan penyeimbang untuk mengawal agar pembangunan benar-benar ditujukan untuk kepentingan rakyat,” imbuhnya. “Kami kemudian akan menetapkan arah politik PAN ke depannya. Apakah itu nanti akan bersikap sama dengan Gerindra dan PKS maupun Partai Demokrat. Itu kami tidak tahu. Kita lihat saja ke depannya bagaimana,” turur Eddy.

Sekadar informasi, Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi Dahnil Azar Simanjuntak mengatakan, siang ini pasangan nomor urut 02 akan mengumpulkan partai-partai pendukung di pilpres 2019. Pertemuan akan membahas sikap politik dari anggota koalisi. Kelima partai yang masuk koalisi Prabowo-Sandi adalah Partai Gerindra, PKS, PAN, Partai Demokrat dan Partai Berkarya. (jp/els/run)