METROPOLITAN – Kisruh proses lelang megaproyek pembangunan gedung perawatan Blok 3 pada Ru­mah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bogor yang diduga terdapat kejanggalan, seperti murahnya bi­aya pembangunan, rupanya ditang­gapi santai Unit Layanan Penga­daan (ULP) Kota Hujan.

Ketua ULP Kota Bogor, Heni Nur­liani, menuturkan, sanggahan yang dilakukan PT PP Urban, PT MAM Energindo dan PT Modern Widya Tehnical terhadap proyek dengan kode tender 3142163 itu secara umum sudah ditanggapi sesuai mekanisme yang berlaku. ”Semua prosesnya sudah selesai. Sanggahan juga sudah dijawab sesuai meka­nisme yang berlaku,” katanya saat dikonfirmasi, kemarin.

Menurut Heni, secara umum semua sudah berjalan sesuai jadwal. Bahkan, kini proses megaproyek yang menelan anggaran Rp101 miliar itu tengah ditindaklanjuti jajaran RSUD Kota Hujan dengan Surat Penunjukan Penyedia Barang Jasa (SPPBJ). ”Hasilnya sudah disampaikan ke RSUD untuk ditindaklanjuti. Pihak RSUD juga bakal memproses ini semua dengan SPPBJ,” bebernya.

Tak bisa dimungkiri, sangga­han tersebut sehubungan dengan hasil evaluasi lelang di Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kota Bogor dengan dokumen berita acara hasil pemilihan nomor 602.1/08/blok 3/rsud/v/2019 tgl 16 mei 2019.

Informasi yang dihimpun PT MAM Energindo dalam sang­gahannya, proses lelang terse­but diduga telah terjadi kesa­lahan evaluasi dan kecurangan serta adanya indikasi persekong­kolan atau pengaturan proyek.

Sementara itu, Kepala Bagian Humas RSUD Kota Bogor, Tau­fik Rahmat, mengatakan, semua tahapan mulai dari lelang hingga penandatanganan kon­trak sudah berjalan sesuai ha­rapan. Ia optimis jika pembangu­nan gedung empat lantai itu bakal rampung sesuai jadwal yang sudah ditetapkan. ”Infor­masi yang saya dapatkan, semua masih sesuai tahap pelaks­anaan kegiatan dan akan sele­sai akhir Desember,” tuturnya.

Namun fakta mencengangkan terkait rekam jejak PT Triken­cana Sakti Utama (TSU) meru­pakan pemenang dari mega­proyek RSUD Kota Hujan. Jika mengacu sejarah perjalanannya bisa dikatakan TSU memiliki sejarah kelam. Salah satu con­tohnya saat menangani pembangunan revitalisasi ge­dung A, B dan C RSUD Cibitung, Kabupaten Bekasi yang mene­lan anggaran Rp89 miliar.

Dalam jangka waktu satu tahun pasca-pembangunan, plafon bangunan RSUD pun jebol. Ini tentu perlu diwaspadai, jangan sampai kejadian yang menimpa RSUD Cibitung, Kabupaten Be­kasi, pada Agustus 2018 terjadi pada RSUD Kota Bogor kelak. (ogi/c/yok/py)

BACA JUGA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here