Ojol bakal Demo Kemenhub

by -
NGUMPUL: Driver ojek online saat melakukan aksi, beberapa waktu lalu.

METROPOLITAN – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) tengah membahas revisi aturan terkait tarif ojek online. Revisi tersebut dilakukan sebagai hasil evaluasi, setelah Kemenhub melakukan survei penerapan tarif ojek online yang baru.

Pihak Kemenhub menyebut kemungkinan besar tarif bakal turun. Penurunan tarif khususnya dilakukan untuk jarak pendek yakni 4 km pertama. Sebagaimana diketahui, tarif 4 km di Jabodetabek sebesar Rp8.000- Rp10.000. Selain jarak pendek, tarif per km juga bakal diturunkan, namun penurunannya relatif kecil.

Menanggapi wacana penurunan tarif, perwakilan driver Ketua Gabungan Aksi Roda Dua Indonesia (Garda), Igun Wicaksono, menolak rencana penurunan tersebut. Jika tarif diturunkan, maka driver siap menggelar aksi. ”Bisa terjadi turun aksi atau apa pun. Tidak ada penurunan tarif kembali dalam bentuk apa pun,” katanya.

Igun melanjutkan, tarif yang berlaku saat ini masih di bawah usulan driver. Untuk Jabodetabek, driver menerima tarif bersih (nett) Rp2.000/km. Idealnya yang mesti diterima Rp2.400/ km. ”Masih ada selisih Rp400 yang kita berharap bisa disesuaikan angka ideal secara bertahap. Malah akan diturunkan, ini yang tidak setuju,” ujarnya. Igun menyebutkan, rencana penurunan tarif ini berkaitan dengan pelarangan diskon.

Jika diskon dihapus, maka akan berpengaruh pada minat penumpang. Untuk mempertahankan penumpang maka tarif diturunkan. ”Karena pasti alasan dari perusahaan aplikasi maupun pihak stakeholder akan beralasan kalau promo nggak ada, penumpang pada lari, yang akan dikorbankan tarif, yang akan diturunkan kembali,” ujarnya. ”Kita melihat akan dampak hilangnya promo ini diturunkannya tarifnya. Untuk menjaga bisnis alasannya, untuk menjaga penumpang. Penumpang dijaga tapi driver nggak dijaga,” tambahnya.(de/yok/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *