PDIP Bogor Siapkan PAW

by -
JADI MENTERI: Adian Napitupulu santer jadi menteri Jokowi. DPC PDIP Kabupaten Bogor siapkan PAW jika nantinya terpilih.

METROPOLITAN – Santer dikabarkan bahwa calon legislatif (caleg) DPR RI asal Kabupaten Bogor, Adian Napitupulu, ditawari Joko Widodo untuk masuk kabinetnya pada masa kepemimpinan lima tahun mendatang. Jika nantinya benar terjadi, tentu ada kekosongan di kursi DPR RI lantaran politisi nyentrik itu mendapat suara partai terbanyak di Bumi Tegar Beriman. Hal itu pun disikapi Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Bogor.

Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bogor Bayu Syahjohan mengaku tidak masalah jika nantinya Adian mengisi posisi pembantu presiden dan meninggalkan kursi anggota dewan di Jakarta mewakili Kabupaten Bogor. Pihaknya pun mempersiapkan Pergantian Antar Waktu (PAW) untuk menggantikan aktivis 98 itu. “Tidak masalah, kita PAW-kan Bang Adian ke suara terbanyak kedua, saya lupa ke siapa. Tapi intinya kita siap untuk menyiapkan penggantinya,” katanya kepada Metropolitan, kemarin.

Ia menjelaskan, kepastian Adian duduk di kursi menteri diperkirakan bakal tergantung dari restu Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. Jika nantinya Jokowi benar-benar minat lalu ada restu dari anak proklamator itu, tentu Adian tidak bakal menolak mandat dari partai tersebut. Meskipun kini disebut berat bekerja sebagai menterinya Jokowi. “Jadi saya pikir dia pasti tidak akan menolak kalau ada mandat. Dia kan orangnya bisa struggle,” paparnya.

Jika nantinya harus di-PAW, Bayu berharap pengganti Adian haruslah punya mental dan etos kerja yang kurang lebih sama dengannya. Apalagi Adian dianggap punya karakter dan mengenal orangorang tanpa mengenal kasta. “Harus bisa kejar itu, karena dia punya karakter, punya cerminan politisi yang mengerti kebutuhan warganya dan berjuang apa adanya,” ujar Bayu.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo membuka peluang aktivis ’98 mengisi kursi menteri di kabinet. Salah satu perwakilan aktivis, Adian Napitupulu, mengatakan bahwa penentuan menteri merupakan hak prerogatif presiden. ”Itu kewenangan hak prerogatif Presiden memutuskan siapa. Aktivis ’98 ini banyak, siapa diputuskan terserah dia,” kata Adian. Namun, ia sendiri mengaku tidak sanggup jika ditunjuk sebagai menteri di kabinet Joko Widodo. Kenapa? ”Jadi menteri? Nggak kuat. Saya nggak kuat kalau jadi menteri kalau presidennya Jokowi, capeknya ampun,” tutupnya. (ryn/c/yok/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *