PEMKAB DIDUGA ENDAPKAN BONUS PRODUKSI PERUSAHAAN GAS

by -3 views

PAMIJAHAN – Molornya pencairan bantuan bonus produksi dari PT Star Energy Geothermal Salak ke pemerin­tah desa di Kecamatan Pamijahan, mendapat sorotan tajam anggota DPRD Kabupaten Bogor terpilih 2019-2024, Ruhiyat Sujana. ”Ini menjadi preseden buruk akan komitmen pemerintah daerah Kabupaten Bogor, sehingga menimbul asumsi negatif yang bera­gam,” ujarnya.

Selain itu, ia juga menyesalkan lam­bannya proses pencairan dana bonus produksi tersebut. Padahal, perusa­haan sudah menunaikan kewajiban pembayaran dana tersebut sesuai amanat undang-undang (UU).

”Kami menilai ada yang tidak beres dalam tata kelola pengaturan dana tersebut dan Pemkab Bogor sebagai pihak yang harus bertanggung jawab. Dana sudah masuk kas daerah ke­napa harus lama penyalurannya? Padahal juklak juknisnya sudah jelas. Daerah Sukabumi sudah terealisasi,” beber pria yang akrab disapa Kang RS ini.

Menurut RS, ketidakberesan proses pencairan diduga pihak pemerintah bermain untuk mendapatkan keun­tungan. Ia akan menindaklanjutinya dengan kajian mendalam. Ketika di­temukan pelanggaran, pihaknya se­bagai warga Kecamatan Pamijahan akan melaporkannya ke penegak hu­kum. ”Dalam waktu dekat, kami akan berunjuk rasa sebagai bentuk perla­wanan atas ketidakberesan Pemkab Bogor dalam mengelola dana yang menjadi hak warga Pamijahan. Pem­da Bogor telah zalim. Kami akan lawan segala bentuk kezaliman di Bumi Te­gar Beriman,” tegasnya.

Selain itu, pihaknya juga memperta­nyakan transparansi pemerintah daerah Kabupaten Bogor dalam mengelola dana tersebut. ”Kami minta keseriusan pemkab agar secepatnya mencairkan dana tersebut. Saya menilai pemda tak bisa beralasan dan berkilah lagi. Jika sampai akhir bulan ini belum ada ke­pastian, kami akan berunjuk rasa ke KPK dan Kementerian ESDM,” tukasnya. (ads/b/els/py)