METROPOLITAN – Bambang Sumantri, seorang ketua Pamong Budaya Bogor. Lelaki yang akrab disapa Ki Sumantri ini merupakan salah satu pencetus berdirinya Pamong Budaya di Bogor. Alasannya, bapak dua anak ini menginginkan kaum milenial tidak meninggalkan sejarah budaya bangsa. Lantas seperti apa sepak terjangnya? Berikut wawancara Harian Metropolitan dengan pria kelahiran 1978 itu:

Apakah Pamong Budaya Bogor itu?

Pamong Budaya merupakan sebuah komunitas atau tempat berkumpulnya pegiat dan budayawan lokal Bogor Raya. Kita berada di bawah naungan Dinas Kesenian Bogor. Tugasnya menyosialisasikan tentang sejarah dan melestarikan adat istiadat yang ada.

Sejak kapan Anda menjadi ketua?

Sejak Pamong Budaya ini didirikan Maret 2019. Saya merupakan salah satu pencetus berdirinya komunitas ini.

Apa yang memotivasi Anda mau mendirikan komunitas ini?

Berangkat dari kecintaan saya terhadap seni dan budaya di Bogor. Sehingga terbentuklah komunitas ini, di mana saya dan rekan-rekan memiliki pengabdian untuk menggali, mengembangkan dan melestarikan nilai-nilai adi luhung dan budaya bangsa. Sebab budaya adalah aset yang dimiliki bangsa.

Program apa saja yang sudah Anda buat?

Menata legalitas formal lembaga dan administrasi kesekretariatan serta program kerja dengan mengadakan seminar, budaya dan riset kebudayaan.

Sebagai ketua, apa yang ingin Anda wujudkan?

Saat ini kaum milenial sudah banyak yang kurang tertarik atau kesulitan mencari narasumber seperti penggerak budaya. Sehingga persoalan ini menyebabkan kaum milenial lebih tertarik dengan teknologi industrialisasi luar. Maka dari itu, keberadaan kami untuk mengubah pola pikir tersebut. Sejarah sosial budaya merupakan pilar dari suatu bangsa dan menjadi pedoman dalam pembangunan jati diri suatu bangsa. Apabila sejarah dan sosial budayanya terserabut dari akarnya, maka akan hancurlah suatu bangsa.

Apakah harapan Anda ke depan?

Harapan ke depan ini tugas kita bersama. Seluruh komponen harus bersama-sama bergerak, memperkokoh budaya bangsa dan terus mentransformasikan nilainilai budaya bangsa pada regenerasi. Intinya, kaum milenial atau kaum muda harus bangga akan budaya bangsanya sendiri.(mul/c/ rez/py)

BACA JUGA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here