Polda Dalami Hoaks KPPS Meninggal

by -
ILUSTRASI: Kabid Humas Polda Jabar Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko saat memberi keterangan

METROPOLITAN – Polda Jawa Barat mengaku telah menerima berkas dari Mabes Polri terkait dugaan penyebaran hoaks Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) meninggal dunia karena diracun yang dilakukan Rahmat Baequni. Pernyataan tersebut disampaikan Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko, kemarin.

“Betul (berkas diterima, red), ada pelimpahan kasus tersebut dari Mabes Polri kepada Polda Jabar,” kata Truno. Meski demikian, dirinya mengaku kepolisian belum akan melakukan pemanggilan terhadap Rahmat Baequni. Musababnya, kepolisian akan lebih dulu menunggu hasil pendalaman kasus tersebut dari penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Diretkrimsus) Polda Jabar. “Jadi kita belum bisa melakukan pemanggilan, karena berkasnya baru kita terima, untuk pemanggilannya nanti kita menunggu perkembangan dari penyidiknya,” terangnya. Sebelumnya, video Rahmat Baequni saat ceramah menjadi viral di dunia maya.

Dalam video tersebut, dirinya menyebut ratusan petugas KPPS meninggal dunia karena diracun viral. Mulanya, Rahmat Baequni bertanya mengenai fenomena meninggalnya ratusan petugas KPPS dalam Pemilu 2019. Namun ia menjelaskan bahwa mereka meninggal karena diracun setelah ditemukannya zat racun dalam cairan jasad petugas KPPS yang meninggal. Namun, Rahmat Baequni menyatakan ada orang lain yang menyebarkan video itu. (rmol)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *