Prabowo: Saya dan Sandi sejak Awal Ingin Aksi Damai

by -8 views
JENGUK: Cawapres 02 Prabowo Subianto menjenguk Jenderal (Purn) George Toisutta yang terbaring sakit di RSPAD. Usai itu ia menyampaikan sikap terkait hasil investigasi kerusuhan 22 Mei.

Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto menegaskan dirinya dan Sandiaga Uno sejak awal ingin agar aksi protes terhadap hasil pilpres dari KPU dilakukan secara damai tanpa kerusuhan. Pesan ini disampaikan menyikapi aksi 22 Mei yang berujung pecahnya kerusuhan di beberapa lokasi di Jakarta.

METROPOLITAN  – Investigasi  kerusuhan 22 Mei sudah dilakukan. Sebanyak 447 terduga perusuh diamankan, 67 di antaranya merupakan anak di bawah umur. Sementara itu, kejadian ini menelan korban jiwa sebanyak sembilan orang. ”Dari awal saya dan Sandiaga Uno terus berpandangan dan bertekad melakukan aksi-aksi damai dan menghindari kekerasan,” kata Prabowo.

Prabowo menegaskan pihaknya telah memilih jalur konstitusional, yakni mengajukan gugatan sengketa pemilu ke MK. Tak ada niatan dan keinginan agar kerusuhan dalam aksi 22 Mei terjadi. ”Kami sama sekali tidak ingin ada kerusuhan apa pun di negara ini, bukan seperti itu penyelesaiannya masalah bangsa dan negara yang kita inginkan,” tegasnya.

Karena itu, ketua umum Partai Gerindra ini mengimbau pendukungnya untuk tetap tenang dan menjaga kedamaian serta rasa persaudaraan antar-anak bangsa. “Saya dan saudara Sandiaga Uno berharap semua pendukung kami selalu tenang, selalu sejuk, selalu damai dan selalu berpandangan baik serta melaksanakan persaudaraan dan semangat kekeluargaan di antara anak sesama bangsa,” imbuh Prabowo.

Selain itu, Prabowo meminta pendukung tak perlu berbondong-bondong ke MK untuk mengawal gugatan sengketa pilpres 2019. ”Saudara-saudara sekalian, kami memutuskan untuk menyerahkan melalui jalur hukum dan jalur konstitusi. Karena itu saya dan saudara Sandiaga Uno memohon agar pendukung kami untuk tidak berbondong-bondong hadir di Mahkamah Konstitusi pada hari-hari yang mendatang,” kata Prabowo. (mdk/ els/run)