Pulang Liburan, Satu Keluarga ‘Dijemput’ Maut Cipali

by -33 views
EVAKUASI: Salah satu kendaraan yang ringsek akibat tabrakan beruntun tengah dievakuasi petugas jalan tol.

METROPOLITAN – Isak tangis keluarga pecah saat dua jenazah, Heruman (59) dan Reza Pahlevi (22), korban kecelakaan maut Km 150 ruas Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) tiba di rumah duka, Perumahan Taman Wisma Asri, Bekasi Utara, Kota Bekasi, Senin (17/6). Jenazah korban tiba pukul 17:15 WIB di rumah duka Rumah duka pun dipenuhi pihak keluarga dan kerabat korban yang datang melayat. Tangis haru keluarga dan kerabat mengiringi kedua jenazah korban saat dibaringkan di keranda. Doa untuk kedua jenazah juga dilantunkan keluarga, kerabat dan para tetangga.

Korban kecelakaan maut di Tol Cipali itu merupakan satu keluarga yang hendak pulang usai berlibur. Mobil Mitsubishi Xpander yang berisi satu keluarga itu ringsek setelah terlibat kecelakaan beruntun di Tol Cipali, Majalengka, Senin (17/6) dini hari. Seorang sopir dan lima penumpangnya meninggal dunia setelah terlibat kecelakaan maut di Tol Cipali. Insiden kecelakaan maut itu melibatkan empat kendaraan sekaligus, yakni bus safari H 1469 CB, Mitsubishi Xpander, Toyota Innova B 168 DIL dan Mitsubishi truk R 1436 ZA.

Kejadian tersebut mengakibatkan 12 orang tewas, sebelas orang luka berat, 32 orang luka ringan dan enam orang selamat. Putri Heruman, Febri Dwi Prayogi (28), mengatakan bahwa saat itu ayah dan adiknya sedang menempuh perjalanan pulang dari pergi berlibur di kawasan Dieng Wonosobo. ”Liburan bareng keluarga besar sama sepupu, paman sama bibi juga. Ada dua mobil berangkat, ayah saya nyopirin mobil Xpander merah, mobil satunya lagi paman saya naik Pajero,” kata Febri di rumah duka di Perumahan Taman Wisma Asri, Bekasi Utara, Senin (17/6).

Ia menuturkan, keluarganya berangkat dari Bekasi menuju tempat wisata Dieng Wonosobo sejak Kamis (13/6). Mereka berangkat liburan berjumlah sebelas orang menggunakan dua mobil yaitu Xpander dan Pajero. Saat kecelakaan, mereka yang dalam satu mobil Xpander, termasuk ayah dan adiknya, sedang dalam perjalanan pulang. Mobil Pajero tidak terlibat kecelakaan karena berada di bekalang dan berhasil menghindar. Sedangkan mobil Xpander itu dihantam bus dari arah berlawanan.

”Yang Xpander ada enam orang itu isinya ayah yang nyopir dan adik saya. Terus sepupu dan ipar. Kalau yang Pajero isinya para orang tuanya dan ada yang masih muda juga,” jelasnya. Sehingga saat kejadian tabrakan, penumpang mobil Pajero yang tak jauh dari mobil Xpander menyaksikan langsung kejadian kecelakaan maut tersebut. ”Jadi kan memang berangkat dua mobil pada mau liburan. Dari berangkat memang iringiringan, pas pulang juga iringiringan.

Jadi lihat langsung saat tabrakan,” ungkapnya. Febri mengaku tidak memiliki firasat apa pun soal kematian ayah dan adiknya. Febri mengungkapkan, pertemuan terakhir dengan saudaranya itu dilakukan melalui video call saat korban berada di Dieng pada Jumat (14/6). ”Hari Sabtu habis video call sama sepupu dan adik saya. Mereka lagi pada wisata Gunung Dieng lihatin suasana di sana,” katanya.(jp/tib/feb/run)