Momen libur Lebaran mendadak berubah jadi kelabu bagi sebagian wisatawan yang berkunjung ke Sukabumi. Betapa tidak, niat berwisata ke pantai di Sukabumi, sejumlah wisatawan malah terbawa ombak hingga meregang nyawa.

BERDASARKAN catatan Badan Penyelamat Wisata Tirta (Balawista) Kabupaten Sukabumi, sejak libur Le­baran pada Kamis hingga Rabu (6-12/6), tercatat ada 27 wisatawan yang teng­gelam digulung ombak di beberapa objek wisata Pantai Sukabumi.

Kepala Divisi Operasional, SDM dan Diklat, Balawista Kabupaten Sukabumi, Asep Edom Saepuloh, mengatakan ba­hwa dari jumlah korban yang tenggelam, sebanyak 26 berhasil lolos dari maut. Sedangkan satu orang terpaksa mening­gal dunia.

Korban yang meninggal dunia adalah Ilham Handika (17) warga Kampung Kedunghalang Sleweran, Cilebut, Ka­bupaten Bogor, yang tenggelam di Pan­tai Karang Hawu pada Selasa (11/6) sore.

Asep menuturkan, pada H+7 Lebaran, Rabu (12/6), lima wisatawan tenggelam berhasil diselamatkan petugas Bala­wista Kabupaten Sukabumi, Rabu (12/6). Kelima korban tersebut semuanya tenggelam di Pantai Istiqomah, Palabuhan­ratu, dalam waktu yang berbeda.­

Informasi yang diperoleh Ba­lawista Sukabumi, sebanyak dua wisatawan tenggelam sekitar pukul 06:30 WIB, yakni Evin (20) dan Wanda (26) warga Rawaka­long, Bogor. Keduanya berhasil diselamatkan petugas Balawista.

Selanjutnya di lokasi yang sama pada pukul 08:40 WIB, ada tiga wisatawan lainnya yang tenggelam dan diselamatkan petugas, yakni Sinta (14), Andik (10) dan Imron (9) warga Desa Bangbayang, Kecamatan Ci­curug, Kabupaten Sukabumi. “Untuk dua korban yakni Evin dan Wanda tenggelam di luar jam pengawasan petugas di Pantai Istiqomah Citepus,’’ ujar Asep Edom.

Korban berhasil diselamatkan petugas yang berada di sekitar lokasi kejadian. Kini korban su­dah mendapat penanganan medis di pos terdekat. Sementara tiga pengunjung lainnya tenggelam beberapa jam setelah peristiwa pertama.

Ketiga korban yang masih re­maja dan anak-anak itu berhasil diselamatkan petugas yang ber­jaga di pantai. ”Saat itu ombak sedang tidak bersahabat atau ombak pasang,” ujar Asep.

Petugas, tutur Asep, mengeta­hui keberadaan keduanya sete­lah mereka terbawa ombak ke tengah lautan. Petugas berupaya melakukan penyelamatan me­skipun kewalahan karena kon­disi medan yang berat, yakni ombak pasang. Akhirnya kedua korban berhasil dibawa ke te­pian pantai untuk mendapat pertolongan medis.

Sebelumnya, pada Selasa (11/6), terjadi kecelakaan laut di bebe­rapa titik. Di antaranya di Pos Nambo Gurilap Cisolok, di mana ada satu orang laka laut terselamatkan dan di Pos Karang Hawu Kebon Kelapa Cisolok satu orang laka laut terselamat­kan.

Di lokasi tersebut, penolong atau lifeguard Balawista, Muksin, hampir menjadi korban sewak­tu menolong wisatawan yang tenggelam karena terjepit di antara karang. Selanjutnya di Pos Istiqomah Citepus terdapat satu orang korban laka laut terselamat­kan.

Terakhir di Pos Karang Hawu Kebon Kelapa Cisolok, dua orang laka laut, di mana satu orang meninggal dunia dan satu lain­nya selamat. Sementara kasus laka laut lainnya terjadi sejak Kamis hingga Senin (10/6) lalu sebanyak 17 korban teng­gelam.

Asep menambahkan, petugas Balawista dan petugas gabung­an Operasi Ketupat Lodaya tetap akan mengamankan lokasi pan­tai hingga musim liburan berakhir pada Minggu (16/6). Harapannya ke depan tidak ada lagi wisatawan yang tenggelam. (re/feb/run)

BACA JUGA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here