SEBULAN 144 WARGA JADI KORBAN BENCANA

by -0 views

METROPOLITAN – Badan Penanggulangan Bencana Dae­rah (BPBD) Kabupaten Suka­bumi mencatat sebanyak 32 bencana alam terjadi di Kabu­paten Sukabumi selama satu bulan kemarin. Diantara pulu­han bencana, longsor dan ke­bakaran masih mendominasi.

Data BPBD Kabupaten Suka­bumi, dari 32 bencana alam yang terjadi itu ialah 13 keja­dian longsor, 13 kebakaran, 1 banjir, 4 angin kencang dan 1 pergerakan tanah. Sementara jumlah keluarga yang terdam­pak ialah 27 Kepala Keluarga (KK) dengan 97 jiwa dan 14 KK dengan jumlah 47 jiwa ter­paksa mengungsi. Namun de­mikian, beruntung dalam pu­luhan insiden bencana ini tidak ada korban jiwa, hanya saja kerugian ditaksir mencapai Rp1 miliar.

Koordinator Pusdalops BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna mengatakan, akibat dari bencana itu, puluhan rumah warga yang terdampak berjum­lah 36 unit. 15 diantaranya rusak berat, 5 rusak ringan, 1 rusak sedang dan 15 unit te­rancam. “Jika dilihat dari data yang ada pada Mei lalu, long­sor dan kebakaran masih men­dominasi bencana alam di Kabupaten Sukabumi ini,” kata Daeng.

Menurut Daeng, apabila di­bandingkan dengan bulan se­belumnya, kebakaran menga­lami peningkatan yang cukup signifikan. Pada April lalu, peristiwa kebakaran hanya ter­jadi sebanyak delapan kali. “Kebanyakan penyebab keba­karan ini akibat korsleting list­rik. Apalagi pada bulan Rama­dan, masyarakat sering lupa memadamkan kompor usai sahur sehinga hal ini bisa men­jadi salah satu pemicu terjadi­nya kebakaran,” ucapnya.

Soal bencana longsor, lanjut Daeng, semua daerah di Kabu­paten Sukabumi memliki ting­kat kerawanan yang sama ka­rena terjadi hampir menyeluruh disetiap daerah. “Ya, khususnya di wilayah Sukabumi Utara dan Selatan memang memiliki ke­rawanan cukup tinggi,” imbuh dia.

Sebab itu, pihaknya tidak hen­tinya menghimbau warga yang memiliki rumah berdekatan dengan tebing maupun di ba­wah tebing dan di pinggiran sungai agar selalu waspada ketika turun hujan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

“Bagi warga yang memiliki rumah berdekatan dengan te­bing mauoun di pinggiran sungai harus lebih waspada apalagi kalau turun hujan. Le­bih baik sementara waktu keluar rumah dan mencari tempat lebih aman,” pungkas­nya. (rb/rez)