Sempat Ricuh, MK Tolak Saksi Kubu 02

by -

METROPOLITAN – Mahkamah Konstitusi (MK) menolak permintaan tim hukum pasangan caprescawapres nomor urut 02 Prabowo SubiantoSandiaga Uno untuk memanggil aparat penegak hukum sebagai saksi dalam sidang sengketa hasil pilpres 2019. Hal itu diungkapkannya usai diminta menanggapi hasil sidang lanjutan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) pilpres 2019. Hakim MK Suhartoyo mengatakan, pihaknya tidak dapat mengabulkan permintaan tersebut. Sebab dalam penanganan sengketa hasil pilpres yang bersifat privat, MK harus bersikap hati-hati agar tidak muncul anggapan MK berpihak.

Selain itu, karena sengketa pilpres bersifat privat, maka para saksi yang dihadirkan merupakan tanggung jawab para pihak yang bersengketa. ”Sesungguhnya MK bersifat pasif, dalam sengketa yang bersifat privat. Pengadilan harus sangat hati-hati. Oleh karena itu, saksisaksi itu dihadirkan oleh pihak yang bersangkutan,” kata Suhartoyo Sementara itu, sempat terjadi silang pendapat antara kuasa hukum paslon 02 PrabowoSandi, Bambang Widjojanto, dengan kuasa hukum paslon 01, Luhut Pangaribuan, serta hakim anggota MK, dalam sidang lanjutan PHPU pilpres 2019, kemarin.

Perbedaan pendapat tersebut berkenaan dengan rencana tim hukum 02 dalam menghadirkan saksi-saksi pada hari ini. Di depan majelis hakim, Bambang Widjojanto atau BW menyebut saksinya mendapat tekanan. Sebab itu, ia meminta fasilitas perlindungan dari Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). Mendengar hal itu, hakim anggota, Saldi Isra, menilai pernyataan BW tidak memiliki landasan hukum. Karena itulah Saldi menolak. ”Tidak perlu lah soal itu. Pokoknya yang disidang besok saksinya dihadirkan. Keamanan dan keselamatan dijamin mahkamah. Kita sama-sama punya pengalaman di MK. Jadi jangan terlalu didramatisir di dalam ruang sidang,” ujar Saldi.

Sementara kuasa hukum paslon 01, Luhut Pangaribuan, menjelaskan pernyataan BW terlalu didramatisir. ”Saudara Bambang ini tidak hormat sama seniornya ya. Saya tidak memotong dia saat berbicara. Jangan kita dramatisasi sesuatu yang nggak ada,” jelas Luhut. Mendengar pernyataan Luhut, sontak Bambang merasa keberatan dengan statement yang diucapkan kuasa hukum paslon 01 itu. Menurut Bambang, apa yang diminta pihaknya terkait perlindungan saksi adalah benar adanya. ”Saya keberatan dengan kata-kata dramatisasi itu Pak. Saya keberatan,” kata Bambang. Hakim Ketua, Anwar Usman, mencoba melerainya dan mengondusifkan suasana sidang yang sempat agak memanas itu. ”Sudah, sudah, sudah,” ucap Anwar.

BW kembali memohon kepada hakim MK untuk memberikan pernyataan sebagai penutup. Ia mengatakan, pihaknya tetap menyerahkan sepenuhnya kepada majelis hakim terkait saksisaksi yang akan dihadirkan besok. Majelis hakim MK pun akhirnya tidak menyetujui permintaan dari kuasa hukum PrabowoSandi yang meminta agar memerintahkan LPSK untuk melindungi saksi-saksi dari pihak 02. (kmp/rml/rez/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *