Tak Ada Lagi 01 atau 02, yang Ada Indonesia

by -9 views

METROPOLITAN – Setelah melaksanakan sidang sepuluh jam, Mahkamah Konstitusi (MK) akhirnya menolak seluruh permohonan gugatan hasil pilpres 2019 yang diajukan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Dengan putusan itu, pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin tetap memenangi pilpres 2019. ”Mengadili, menyatakan, dalam eksepsi menolak eksepsi termohon dan pihak terkait untuk seluruhnya. Dalam pokok permohonan: menolak permohonan pemohon untuk seluruhnya,” ujar Ketua MK Anwar Usman membacakan amar putusan dalam sidang gugatan hasil pilpres di gedung MK, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat.

Dalam konklusi, MK berkesimpulan berwenang untuk mengadili permohonan a quo. Pemohon disebut memiliki kedudukan hukum (legal standing) untuk mengajukan permohonan a quo. Selain itu, permohonan diajukan masih dalam tenggang waktu yang ditentukan, eksepsi termohon dan eksepsi pihak terkait tidak beralasan menurut hukum untuk seluruhnya. Permohonan pemohon tidak beralasan menurut hukum.

MK menyatakan penanganan pelanggaran administratif yang bersifat Terstruktur, Sistematis dan Masif (TSM) dalam pemilu merupakan kewenangan Bawaslu. Sedangkan kewenangan MK disebut sesuai undang-undang adalah tentang perselisihan hasil penghitungan suara. Dalam putusannya, MK menolak semua dalil permohonan Prabowo-Sandiaga. MK menilai dalil yang diajukan tidak beralasan menurut hukum karena pemohon tidak bisa membuktikan dalil permohonannya dan hubungannya dengan perolehan suara.

Dalil yang ditolak di antaranya soal money politics atau vote buying oleh Jokowi-Ma’ruf. Adapun dalil yang dimaksudkan terkait penyalahgunaan anggaran hingga program negara oleh Jokowi. Menurut majelis hakim MK, tim hukum Prabowo-Sandiaga juga tak merujuk pada definisi hukum tertentu terkait money politics atau vote buying. Tim 02 tidak membuktikan secara terang hal-hal yang didalilkan itu memengaruhi perolehan suara Prabowo-Sandi ataupun Jokowi-Ma’ruf.

Majelis hakim menyebut, dalam persidangan tidak terungkap apakah pemohon sudah melaporkan dugaan pelanggaran yang didalilkan itu kepada Bawaslu atau belum. Usai mendengarkan hasil putusan MK, capres 02 Prabowo menggelar konferesnsi pers di kediamannya. Ia mengucapkan terima kasih kepada seluruh pendukungnya dan menyatakan menghormati putusan MK. Ia mengaku bakal berkonsultasi apakah ada langkah hukum lainnya setelah keluarnya putusan MK. ”Keputusan ini sangat mengecewakan kami dan para pendukung. Tapi sesuai kesepakatan, kami akan tetap patuh pada jalur konstitusi kita,” kata Prabowo.

Sementara itu, Joko Widodo mengatakan bahwa MK merupakan putusan yang final. Jokowi meminta semua pihak menghormati putusan MK. ”Putusan MK adalah putusan yang bersifat final dan sudah seharusnya kita semuanya menghormati dan laksanakan bersama-sama,” kata Jokowi di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. Selain itu, Jokowi menyebut selama sepuluh bulan terakhir ini proses pemilu membuktikan dewasanya demokrasi di Indonesia.

Jokowi pun menyebut rakyat telah berkehendak serta telah diteguhkan melalui jalur konstitusi. ”Rakyat sudah berbicara, rakyat sudah berkehendak, suara rakyat sudah didengar, rakyat sudah memutuskan dan telah diteguhkan oleh jalur konstitusi dengan jalan bangsa yang beradab dan berbudaya,” ucap Jokowi. ”Semua tahapan telah kita jalani secara terbuka secara transparan, secara konstitusional. Dan syukur Alhamdulillah, malam hari ini kita telah samasama mengetahui hasil keputusan dari MK,” imbuh Jokowi. (dtk/mam/run)