Tangani Perkara Di Negeri Sebrang

by -10 views

METROPOLITAN  –  Muhammad S Arrijaal, seorang pengacara dari Bogor. Dalam perjalanannya, lelaki kelahiran 1983 itu bermimpi bisa menangani perkara di negeri seberang (luar negeri, red). Lantas seperti apa kiprahnya? Berikut wawancara Harian Metropolitan bersama salah seorang Founder Kantor Hukum Sembilan Bintang:

Sejak kapan Anda aktif menjadi seorang pengacara?

Secara resmi saya diambil sumpah sebagai pengacara sejak 2015. Tapi kalau aktif sudah dari 2010, sejak lulus ujian dan magang di kantor hukum yang merupakan salah satu syarat menjadi seorang pengacara.

Apa yang melatarbelakangi Anda mau menjadi seorang pengacara?

Sejarahnya dari awal saya sudah tertarik dengan hukum, terutama dulu melihat figur atau sosok hukum waktu lengsernya orde baru (orba). Melalui siaran televisi dan surat kabar, saya melihat performance pengacara, dari situ saya tertarik hingga ingin mendalami penanganan hukum itu seperti apa.

Selama aktif, apakah ada pengalaman menarik yang dirasakan?

Setelah aktif menjadi seorang pendamping hukum, saya baru merasakan bahwa seorang pengacara itu di satu sisi tak hanya memberikan pendampingan hukum, melainkan ikut memberikan pemahaman atau pendidikan hukum kepada masyarakat. Bahkan, saya juga menjadi tempat curhat bagi klien, tidak hanya kaitan tentang hukum tetapi persoalan pribadi juga. Bagi saya ini menarik dan tidak mungkin saya menolak keluh kesah klien.

Adakah target yang Anda miliki?

Saya ingin menjadi pengacara berkualitas secara internasional. Dalam artian, saya tak ingin kalah dengan pengacara atau advokat kenamaan di Jakarta. Jadi, saya tak hanya ingin menangani perkara di negeri sendiri, melainkan nyeberang hingga negeri orang. Meski memang untuk mencapai target itu tak semudah membalikkan telapak tangan. Saya terus fokus merintis untuk menjadi pengacara berkualitas dan bisa tembus menangani perkara di luar negeri.(rez/ py)