TKN Punya 18 Bukti Bantah Gugatan BPN

by -4 views
JUMPA PERS: TKN Jokowi-Ma’ruf saat jumpa pers menjelaskan proses pendaftaran pihak tergugat sengketa pilpres yang digugat BPN Prabowo-Sandiaga.

METROPOLITAN – Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin, diwakili Ade Irfan Pulungan, menyambangi Mahkamah Konstitusi (MK). TKN ingin mendaftar sebagai pihak terkait atas sengketa hasil pilpres 2019 yang diajukan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga.

Pihak terkait adalah pihak yang secara langsung maupun tidak langsung akan terdampak dari suatu putusan atau perkara yang diajukan di MK. ”Kami tadi sudah masukkan surat kuasa hukum ke panitera MK,” ujar Irfan.

Ia mengatakan, segala berkas untuk menjadi pihak terkait sudah disiapkan dengan lengkap, seperti kartu identitas principal, Joko Widodo dan Ma’ruf Amin, kartu advokat tim kuasa hukum yang terdaftar dalam surat kuasa. Selain itu, Irfan juga mengatakan, saat pendaftaran turut dilampirkan sedikitnya 18 bukti untuk membantah dalil-dalil pihak BPN sebagai pemohon dalam hal ini.

”Saat ini (bukti, red) kurang lebih ada 18. Bantahan kami mengacu ke regulasi yang ada,” jelasnya. Sebagai pihak terkait, Irfan menyebut ada 33 kuasa hukum yang akan mengawal sidang sengketa tersebut dan diketuai Yusril Ihza Mahendra. Diketahui, MK telah menetapkan sidang pendahuluan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) pilpres 2019 pada 14 Juni.

Dalam sidang pendahuluan, MK akan menggelar putusan sela dengan menyatakan apakah gugatan dari paslon Prabowo-Sandiaga dapat diterima atau tidak, dengan mempertimbangkan permohonan beserta barang bukti yang diajukan pemohon. Jika dalam putusan sela gugatan diterima, maka dalam sidang selanjutnya akan dilakukan dengan agenda mendengarkan keterangan saksi, saksi ahli, alat bukti dan lainnya yang dijadwalkan pada 17-21 Juni 2019.

Setelah itu, tahap selanjutnya yakni Rapat Pemusyawaratan Hakim atau RPH. Sementara sidang pengucapan putusan untuk perkara pemilu presiden itu sendiri diagendakan pada 28 Juni. (mdk/els/run)