CISARUA – Unit Pelaksana Teknis (UPT) Infrastruktur Irigasi kelas A wilayah tiga Ciawi rutin mengecek sejumlah titik rawan bencana, khus­usnya di pemukiman penduduk yang berdekatan dengan sungai. Dari hasil pengecekan itu, UPT menemukan adanya beberapa titik rawan dinding sungai di Kampung Cipari Cikareo, Desa Batulayang.

Kepala UPT Pengairan Ciawi, Eka Sukarna, mengatakan, Daerah Aliran Sungai (DAS) Ciliwung dianggap mem­bahayakan warga. ”Sepanjang DAS Ciliwung rawan longsor. Apalagi yang berada dekat tebingan Garis Sempa­dan Sungai (GSS),” ungkapnya. Se­suai tupoksinya, sambung Eka, pihak UPT melakukan monitor sebagai tindak lanjut dari pantauan juru air. Hasilnya, pihak UPT menemukan adanya akti­vitas pengambilan material sungai berupa batu yang memicu longsor.

”Memang ada pengambilan batu oleh warga sekitar, tapi sifatnya insi­dentil bukan komersil,” terangnya. Pada prinsipnya, Eka menegaskan, pengambilan material di DAS sangat tidak diperbolehkan sesuai Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 37 Tahun 201 tentang Sungai.

”Hasil pengecekan ini akan ditinda­klanjuti ke Dinas PUPR Kabupaten Bogor ditembuskan ke bupati. Nanti­nya ini yang akan dilanjutkan ke ke­menterian. Karena DAS Ciliwung ini kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliwung-Cisadane,” pungkasnya.(ash/c/feb/py)

BACA JUGA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here