Wabup Sebut Ada Caleg Lain yang Mainkan Suara

by -23 views
ILUSTRASI: Wabup Karawang Ahmad Zamakhsyari menyebut kasus jual-beli suara juga terjadi di caleg lain

Kasus dugaan jual-beli suara oleh calon anggota legislatif (caleg) di Karawang yang melibatkan belasan penyelenggara pemilu menjadi sorotan. Bahkan, Wakil Bupati Karawang Ahmad Zamakhsyari ikut angkat bicara. Melalui video yang beredar, lelaki yang akrab disapa Jimmy itu mengaku kasus seperti yang terjadi pada caleg EK Budi Santoso atau Engkus Kusnaya juga dilakukan oknum caleg lain di Karawang pada pileg 2019.

METROPOLITAN – Badan  Pengawas Pemilu (Bawaslu) sendiri sudah memanggil 12 Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan satu komisioner KPU Karawang yang disebut menerima uang untuk meloloskan caleg asal Perindo tersebut. “Kasus Engkus Kusnaya bukan hanya satu kasus saja, saya yakin masih banyak caleg partai politik yang mencoba memainkan suara seperti itu,” ujar Jimmy. Dirinya meyakini ada lagi yang akan mencuat dalam waktu dekat seperti kasus serupa.

Meski demikian, Jimmy tidak secara eksplisit menyebut siapa caleg yang dimaksud. “Tunggu tanggal mainnya. Kita belum tahu siapa Ketua DPRD Kabupaten Karawang (terpilih, red),” terangnya. Sementara itu, Divisi Penindakan Pelanggaran Pemilu Bawaslu Karawang, Roni Rubiat Machri mengatakan, pemeriksaan caleg Perindo dan oknum 12 PPK serta satu orang komisioner KPU berpedoman pada UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu dan Peraturan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Nomor 2 Tahun 2017 Tentang Kode Etik dan Pedoman Perilaku Penyelenggara Pemilihan Umum.

Dalam pemerikasaan ini, Bawaslu akan menerapkan Pasal 286 Ayat 1 untuk caleg Perindo dan Pasal 546 UU Nomor 7 Tahun 2017 untuk oknum penyelenggara pemilu. Namun dalam penerapan Pasal 286 Ayat 1 ini tidak ada sanksi pidana bagi caleg. “Di Pasal 286 Ayat (1) ada larangan untuk caleg memberikan uang atau materi kepada penyelenggara pemilu, tapi tidak ada sanksi pidana pemilunya,” ujar Roni.

Sebelumnya, belasan penyelenggara pemilu mengembalikan uang ratusan juta yang diterima dari salah satu caleg untuk memuluskan jalan di ajang pileg 2019. Ada 12 penyelenggara pemilu yang berasal dari PPK yang mengembalikan uang kepada caleg Perindo, EK Budi Santoso, dari total yang mereka terima Rp600 juta. Uang tersebut diduga terkait jual-beli suara pileg 2019 di Karawang. Proses pengembalian uang dari belasan penyelenggara pemilu itu diungkapkan Ketua Pemilihan Umum (KPU) Karawang, Miftah Farid, usai memanggil belasan pengurus PPK pada Senin (17/6). “Sudah ada proses pengembalian dari oknum-oknum PPK kepada caleg yang bersangkutan,” ujar Ketua KPU Karawang Miftah. (pjs/fin/run)