Waduh, Belasan Penyelenggara Kembalikan Uang Haram

by -15 views
ILUSTRASI: Petugas PPK saat rekapitulasi penghitungan suara pemilu 2019. Di Karawang, belasan PPK diduga terlibat praktik curang dengan menerima uang dari calon.

Pemilu 2019 hampir memasuki tahap akhir. Namun di detikdetik itu, kondisi memprihatinkan justru terlihat di Karawang. Belasan penyelenggara pemilu mengembalikan uang ratusan juta yang diterima dari salah satu calon anggota legislatif (caleg) untuk memuluskan jalan di ajang pemilihan legislatif (pileg) 2019.

METROPOLITAN  – INFORMASI yang dihimpun, ada 12 penyelenggara pemilu yang berasal dari Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) yang mengembalikan uang kepada caleg Perindo, EK Budi Santoso, dari total yang mereka terima Rp600 juta. Uang tersebut diduga terkait jual-beli suara pileg 2019 di Karawang.

Ke-12 penyelenggara pemilu yang jelasjelas seharusnya mengawal demokrasi secara jujur dan adil, tercoreng keserakahan untuk mendapatkan uang lebih dari caleg yang bertarung di pileg 2019. Padahal, mereka nyata-nyata orang-orang pilihan yang memiliki intelektual serta mengerti dan paham aturan.

Proses pengembalian uang dari belasan penyelenggara pemilu itu diungkapkan Ketua Pemilihan Umum (KPU) Karawang, Miftah Farid, usai memanggil belasan pengurus PPK pada Senin (17/6). “Sudah ada proses pengembalian dari oknumoknum PPK kepada caleg yang bersangkutan,” ujar Ketua KPU Karawang Miftah kepada wartawan. Miftah tak menampik ada 12 PPK yang menerima duit tersebut dari seorang caleg. Namun, ia membantah jika uang itu untuk jual-beli suara.

Miftah mengaku uang yang diterima para pengurus PPK itu bukan untuk mengubah suara caleg, melainkan untuk mengajak keluarga dan tetangga agar mencoblos salah satu caleg. Keterangan itu diperoleh setelah Miftah melakukan klarifikasi ke 12 PPK yang beberapa hari ini ramai diberitakan media. “Mereka (PPK, red) sudah mengembalikan tapi belum 100 persen,” ungkapnya. Atas temuan tersebut, Bawaslu Karawang harus bertindak cepat melakukan koordinasi dengan penegak hukum. Sebab, bukti-bukti penyelenggara pemilu yang mengembalikan uang kepada caleg sudah diakui. (pjk/fin/run)