Yang Menang Jangan Sombong, yang Kalah Sabar

by -9 views
KOMPAK: Sejumlah elemen saat dialog kebangsaan bersama tokoh-tokoh se-Jawa Barat usai pemilu 2019 di kantor Paguyuban Pasundan, belum lama ini.

Berbagai elemen di Jawa Barat seperti Majelis Ulama Indonesia (MUI), Paguyuban Pasundan dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Jawa Barat menggelar dialog kebangsaan bersama tokoh-tokoh se-Jawa Barat usai pemilu 2019 di kantor Paguyuban Pasundan, belum lama ini. Dalam kesempatan itu, semua sepakat keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) merupakan hasil final dari proses demokrasi. Sehingga, kontestan dan seluruh masyarakat harus menerima apa pun keputusannya.

METROPOLITAN – Selain  dialog, seluruh tokoh masyarakat juga membacakan deklarasi hasil kesepakatan bersama MUI Jawa Barat, Paguyuban Pasundan dan FKUB. Ketua MUI Jawa Barat Rachmat Safei mengatakan, keputusan MK merupakan hasil final dari proses demokrasi dan harus diterima. Dirinya berpesan agar yang menang tidak sombong dan yang kalah bersabar. “Oleh karena itu kepada yang menang jangan sombong, itu adalah amanah yang sangat besar dan harus dijaga. Kepada yang kalah, sabar,” kata Rachmat.

Menurutnya, perdamaian dan keamanan Indonesia usai pemilu 2019 harus tetap terjaga. Hal tersebut sudah merupakan perjanjian setiap kontestan sejak awal. “Jadi dalam suatu perlombaan ada menang ada kalah. Sebagaimana awal perjanjian kesepakatan dan ditandatangani,” ungkapnya. Sementara itu, Akademisi sekaligus Pengamat Hukum Tata Negara Unpas Arief Tugiman mengatakan, usai pemilu 2019, suasana ketegangan dalam masyarakat saat ini bisa kembali mencair. Mengingat proses penggunaan hak pilih sudah selesai. “Tidak ada lagi kotakkotak satu atau dua. Yang ada adalah tiga, persatuan Indonesia. Itu intinya,” tegas Tugiman.

Dirinya menjelaskan soal sengketa hukum adalah hak warga negara. Sehingga semua harus apresiasi dalam setiap prosesnya. Selain apresiasi, masyarakat juga harus menghargai. “Jadi kewajiban kita nanti untuk menaati dan mengikuti keputusan yang dikeluarkan MK. Karena putusan MK itu bersifat final and binding,” jelasnya.

Selain itu, Tugiman menyebut yang hadir dalam deklarasi ini ada yang memilih pasangan 01 ataupun 02 saat pemilu 2019. Sehingga dengan adanya deklarasi menurutnya, bisa menjadi contoh untuk mempersatukan semuanya. “Substansi deklarasi ini pertama adalah meminta kepada elite pemimpin partai politik untuk meneguhkan suasana kebangsaan dan menghindari sikap saling curiga, serta merawat kesatuan dan persatuan bangsa,” tandasnya. (pjb/fin/run)