Agen Bukan Keinginanku

by -8 views

Metropolitanselingkuh, mata duitan, biang kerok, entah apa lagi yang mereka sebutkan tentang saya. Enam tahun setelah berpisah dari Maxi (Lopez), empat tahun mendampingi Mauro (Icardi), telinga saya terbiasa dengan kata-kata tersebut. Bahkan, meski menjadi agennya, saya tidak tertarik mengeruk banyak uang dari Mauro seperti yang kalian dengar dari tulisan-tulisan media.

Aku bisa saja duduk manis di rumah tanpa melakukan apa-apa. Namun, hal tersebut bukan contoh yang bagus untuk anak-anakku. Selain itu, pilihan terakhir tetap aku serahkan kepada Mauro. Dia yang memintaku menjadi agennya, seterusnya. Andai dia meminta saya berhenti, saya akan berhenti.

Aku juga menjadi manajer untuk Zaira (adik Wanda, Red). Padahal, aku tidak pernah punya pengalaman (menjadi agen maupun manajer). Selama berkarir di dunia hiburan, saya menegosia sikan kontrak saya sendiri. Aku bisa seperti itu karena pernah belajar hukum dan manajemen bisnis. Saat kehamilan pertama, saya masih bergelut dengan dunia tersebut.

Meski, baru setelah bersama Mauro, aku lebih tahu sepak bola. Mungkin ini sedikit seksis karena tidak banyak perempuan yang menjalani tanggung jawab sepertiku. Sebagai agen, aku tidak mengharapkan perlakuan seperti ini. Aku pikir mereka berprasangka buruk karena aku perempuan.

Termasuk apakah aku mengkhianati Maxi demi Mauro. Tidak. Mauro merayuku setelah tidak ada lagi hubungan (dengan Maxi). Kami bertemu ketika aku kembali ke Milan untuk merampungkan beberapa dokumen sebelum pulang lagi ke Argentina. Anak-anak pun aku daftarkan sekolah di sana. Mauro menawarkan mobilnya untuk aku pinjam dan memberikan kunci rumah nya.

Aku ingat sekali karena kulkas nya kosong saat dia menawarkan makan malam bersama. Kami mengunyah pasta yang tersisa. Bukan Mauro yang salah, Maxi-lah yang salah karena mengabaikan saya. Di balik keglamoran hidup saya dengan Maxi, saya me nyimpan rasa sakit. Sebab, aku hanya seorang ibu dan hidup untuk anak-anakku. Valentino, Constantino, Benedicto, Isabella, dan Francesca. Kehidupan kami sehari-hari juga ’’membosankan’’, jauh dari kehidupan orang-orang penting. Kamu tidak akan pernah melihat kami di diskotik! (ren/c14/dns)