Aku Dicampakkan Selingkuhanku (1)

by -73 views

Aku sudah memiliki istri dan tiga orang anak. Meski demikian hidupku masih labil dan mudah tergoda rayuan perempuan lain. Akhirnya aku terbujuk dan cerita perselingkuhan antara aku dan perempuan itu pun terjadi. Tapi setelah harta dan pekerjaanku berantakan, perempuan itu malah mencam­pakkanku. Sekarang aku ingin kembali ke istri tapi istriku pun menolakku.

Usia yang masih muda membuatku energik dan memiliki beberapa pe­kerjaan. Selain bekerja di sebuah perusahaan swasta, aku juga memi­liki usaha kecil-kecilan di rumah. Dan di waktu senggang aku bekerja seba­gai penyiar di sebuah radio di kawa­san Jabodetabek.

Usai rutinitasku bekerja seperti bi­asa aku pulang dan disambut anak dan istriku, setelah sholat magrib aku pun kembali berpamitan pada istri dan anakku untuk pergi bekerja sam­pingan sebagai penyiar radio. Ruti­nitasku berjalan normal dan meny­enangkan, penggemarku saat siaran cukup banyak dari mulai dewasa, hingga anak ABG dari wanita hingga pria, semuanya menyatakan suaraku berwibawa, bagus, lembut dan me­nyenangkan saat berinteraksi ditel­epon bila reques lagu atau saat acara curahan hati.

Diantara mereka ada satu nama sebut saja NY, sosok wanita cantik dambaan semua pria yang melihatnya, parasnya cantik dengan kerling ma­ta yang membuat semua laki laki terkagum-kagum dan mabuk oleh kecantikannya.

Belakangan ini dia sangat intens menghubungi aku saat siaran ataupun diluar acara siaranku, dia selalu me­nyanjung bakat dan kebaikan prilaku serta keramahan, kelembutan tutur kataku. Singkat cerita suatu hari aku iseng mengajaknya pergi kesebuah karaoke, disana aku pun bersikap wajar saja, tiba tiba dia mengatakan padaku tidak hanya ingin menge­nalku sebagai penyiar dan penggemar tapi ingin lebih dari itu.

Tentu aku tak percaya mana ada wanita secantik dia naksir pada pria macam aku yang penampilan serta harta yang tak mumpuni untuk sosok wanita cantik sosialita seperti dia. Lalu dia membuktikan ucapannya dengan menciumku dan memeluk saat aku menyanyikan lagu, tak hanya disitu diapun mengajakku ke sebuah hotel.

Bibir kami saling berpagut, nafas men­deru disela tubuh kami saling berhim­pit, pakaianku dan pakaiannya kini tak lagi melekat, disana kami melakukan hal yang sama sekali belum pernah aku lakukan dengan wanita manapun selain istriku sendiri. Dia begitu mahir me­muaskanku hasrat lelakiku yang selama ini boleh dikatakan tak pernah aku dapatkan dari istriku meski aku sudah punya 3 anak. (Bersambung)