Aku Menderita Tinggal Serumah dengan Mertua

by -122 views

Aku tidak tau harus bicara apa tapi aku yakin bukan aku saja yang merasakan bagai­mana menderitanya tinggal serumah dengan mertua, bisa dikatakan hanya duka yang aku rasakan.

SEJAK aku hamil 6 bulan anak per­tama, suami mengajakku tinggal di­rumah orang tuanya. Katanya supaya aku ada yang temani karena suamiku bekerja di luar kota. Awalnya aku me­nolak tapi karena terus didesak akhir­nya aku ikut saja.

Sebagai orang baru dalam sebuah rumah, tentu aku butuh waktu untuk bersosialisasi, tapi sayangnya kelu­arga suami terutama Ibu mertuaku begitu kasar kepadaku. Namanya wanita hamil pasti cepat emosi dan sensitif, apalagi di dalam rumah mer­tuaku tinggal lebih dari 10 orang yang terdiri dari adik-adik suami dan me­nantunya. Bisa dibayangkan bagai­mana hebohnya kalau semuanya ngumpul.

Kadang aku benci sama suamiku yang sudah meninggalkanku di rumah ibunya dan hanya mengunjungiku satu kali dalam sebulan. Menurutku dari pada tinggal serumah dengan mertua, bukankah lebih bagus jika tinggal di kos-kosan saja, meskipun kecil setidaknya aku punya wewenang dan tanggung jawab sendiri.

Aku sudah tidak tahan dengan mer­tuaku apalagi setelah melahirkan dia sering menyebutku sebagai Ibu yang tidak bisa membesarkan anak. Ahh, aku benci! kalau aku lapor ke suami, pasti dia cuma bilang itu teguran su­paya aku lebih baik lagi.

Yang menjengkelkan, kadang di saat anakku menangis, mertua selalu mengambil anakku dari pangkuanku, dia juga sering mengatakan kalau ASI aku sangat sedikit sehingga anakku jadi rewel dan suka menangis. Pernah satu waktu aku marah sekali sebab belum genap usia bayiku satu bulan sudah diberi makan pisang oleh mer­tua.Aku sedih melihat anakku menangis saat BAB, karena BAB­nya keras.

Aku benci mertua yang ter­lalu ikut campur urusan keluargaku. Semoga suamiku cepat pulang dan membawa uang yang banyak sehingga aku bisa hengkang dari rumah ini. (cer)

Loading...