Anak Muda Muncul Setiap Hari

by -

METROPOLITAN – Ajax Amsterdam musim lalu telah menunjukkan bahwa kejayaan sepak bola bisa diraih dengan cara lama. Bukan dengan menggelontorkan uang besar-besaran, mengandalkan pemain akademi pun bisa jadi solusi terbaik.

”Matthijs (de Ligt)? Siapa dia?” canda bek Ajax Joel Veltman sebagaimana dikutip Jawa Pos dari Voetbal Primeur. Veltman mengucapkannya setelah Ajax memenangi Johan Cruijff Schaal atau Piala Super Belanda kemarin WIB (28/7).

Kemenangan 2-0 atas PSV Eindhoven di Johan Cruijff Arena itu pun memberikan trofi pertama bagi Ajax setelah kehilangan dua produk terbaik De Toekomst, sebutan akademi Ajax. Yakni, bek tengah De Ligt ke Juventus dan gelandang Frenkie de Jong ke Barcelona. Matthi (sapaan akrab De Ligt) maupun De Jong sama-sama menjadi tulang punggung kesuk sesan Ajax musim lalu.

Yakni, kala menembus semifinal Liga Champions. Dalam perjalanan menuju empat besar, De Godenzonen menghentikan Real Madrid, juara Liga Champions tiga musim sebelumnya. Sepeninggal De Ligt dan De Jong, tacticus Ajax Erikten Hag banjir pemain pengganti. Untuk bek tengah, selain duo Lisandro asal Argentina (Magallan dan Martinez), masih ada Edson Alvarez dan Perr Schuurs.

Pengganti De Jong? Masih ada Donny van de Beek hingga kembalinya gelandang senior Siem de Jong. ”Matthijs (de Ligt) maupun Frenkie (de Jong) sama-sama penting bagi kami. Tapi, inilah keindahan Ajax. Setiap musim ada saja pemain kami yang pergi dan ada anak muda lain yang muncul,” beber Veltman, angkatan De Toekomst 2012.

Sepeninggal De Jong dan De Ligt, musim ini Ajax masih memiliki 13 sosok jebolan De Toekomst. Selain Veltman, Van de Beek, dan Siem, ada Sergino Dest, Daley Blind, Kasper Dolberg, Noussair Mazraoui, Quincy Promes, serta Carel Eiting. Lalu, Jurgen Ekkelenkamp, Noa Lang, Dani de Wit, dan Ryan Gravenberch.

Berdasar statistik dari sebuah lembaga riset olahraga CIES, Ajax musim lalu menjadi klub penyuplai pemain paling banyak di liga-liga Eropa. Total ada 77 jebolan De Toekomst pada sedekade terakhir di 31 liga domestik terbaik Eropa. Kesuksesan Ajax itu pun menginspirasi Chelsea di era Frank Lampard. Apalagi, Chelsea terke na sanksi larangan belanja pe main.

The Blues yang sebelum nya hobi meminjamkan pemain akademi kini mengais kembali talenta akademi mereka. Fakta itu bisa dilihat dari daftar pemain The Blues, julukan Chelsea, yang baru diperbarui kontraknya. Sebut saja Ruben Loftus Cheek, Mason Mount, dan Callum Hudson-Odoi. Ketiganya diikat dengan kontrak berdurasi lima musim. ”Saya percaya kepada mereka. Saya akan memiliki banyak lagi pemain muda. Saya yakin ada peningkatan untuk mereka (di musim 2019– 2020, Red),” kata Lampard kepada London Evening Standard. (ren/c17/dns)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *