Anggaran Megaproyek Bomang Rawan Bocor

by -42 views

METROPOLITAN – Mega­proyek pembangunan Jalan Bojonggede-Kemang (Bom­ang) mendapat kritikan tajam dari Pengamat Kebijakan Publik dan Pemerintahan, Yus Fitriadi. Menurutnya, pembangunan jalur yang menjadi poros yang memotong jalur utara-selatan itu rawan terjadinya kebocoran angga­ran.

Kebocoran anggaran yang biasa terjadi berawal dari le­lang program lalu akan ber­lanjut kepada spesifikasi ma­terial. proses pembebasan lahan. ”Kalau melihat po­tensi kebocoran sebuah proy­ek infrastruktur pemerintah, berawal dari lelang program, di situ sudah bisa dilihat po­tensi kebocoran anggaran. Sete­lah itu pada spesi­fikasi material, terus pada aspek pem­bebasan lahan dan pada waktu pengerjaan,” katanya kepada Metropolitan.

Untuk pembiayaan yang dianggarkan Pemerin­tah Kabupaten Bogor, lanjut Yus, harus dilihat dulu status kewenangan jalan tersebut. Apakah milik pemerintah pusat, provinsi atau pemerin­tah daerah. Soal pembangu­nan yang memakan waktu sampai 2023, jangan sampai faktor political bud­geting memengaruhi target pembangunan. ”Selain itu, ada juga faktor-faktor prag­matis seperti proyek fee yang belum clear. Sehingga kalau ini yang menjadi faktornya, saya memandang harus ada upaya untuk membuka faktor lamanya pembangunan in­frastruktur jalan tersebut,” jelasnya.

Ia juga menekankan bahwa proyek mega Bumi Tegar Be­riman itu harus dikawal ketat sampai tuntas agar kebocoran yang dijabarkan dirinya tidak terjadi. Sebelumnya, Kepala Dinas Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Ra­kyat (PUPR) Kabupaten Bogor R Soebiantoro mengatakan, proses pembebasan lahan un­tuk Jalan Bomang sudah 90 persen. Sekarang sedang ber­langsung pekerjaan pembangu­nan jembatan dua bentangan di daerah Kahuripan. ”Sesuai target di masa pimpinan Bu Ade Yasin dan Pak Iwan Setia­wan, jalur Kahuripan-Bojong­gede sudah tersambung, Insya Allah. Mohon dukungan,” pungkasnya. (cr2/b/els/run)

Loading...