Apa yang Tersisa dari Kabupaten Bogor?

by -

METROPOLITAN – Luas wi­layah Kabupaten Bogor 2.664 kilometer persegi ternyata menjadi rebutan. Ada yang ingin memisahkan diri, ada juga yang tertarik mengambil sebagian wilayahnya. Diawali dengan pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Bogor Barat, kali ini wilayah Kabupa­ten Bogor akan semakin ber­kurang dengan disetujuinya DOB Bogor Timur.

Setelah melalui sidang pari­purna yang membahas perse­tujuan antara bupati Bogor dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabu­paten Bogor, dengan disaksikan ribuan warga pendukung DOB Bogor Timur. Akhirnya palu persetujuan dilepasnya wi­layah Bogor Timur diketuk di ruang sidang paripurna gedung DPRD Kabupaten Bogor, ke­marin.

“Lahirnya Kabupaten Bogor Timur adalah sebuah bentuk keinginan masyarakat yang menginginkan pelayanan lebih baik lagi,” kata Sekjen Presi­dium Bogor Timur Alex Slamet Riyadi saat menghadiri sidang paripurna.

Walaupun saat ini morato­rium masih belum dicabut, Alex tetap optimis karena semua persyaratan yang dibutuhkan sudah dilengkapi agar langkah menuju pelepasan diri dari Bumi Tegar Beriman cepat terlaksana. Seperti DOB Bogor Barat yang tinggal menunggu dicabutnya moratorium oleh pemerintah pusat.

“Kami sudah memiliki kajian pusat pemerintahan, kajian akademis potensi wilayah. Ba­hkan sampai penetapan ibu kota sudah kita siapkan. Itu tandanya kita sudah siap,” te­gasnya.

Bupati Bogor Ade Yasin me­negaskan bahwa kewajiban Pemerintah Kabupaten (Pem­kab) Bogor dalam pembentu­kan DOB Bogor Barat sudah selesai. Tetapi dirinya menyebut­kan bahwa nantinya selama proses dari tingkat provinsi, Kemendagri hingga diterbitkan­nya perpres, akan tetap dikawal.

“Proses ini sudah lama. Ke­tika saya masih di dewan, kita berjanji untuk diproses. Dan Kabupaten Bogor ini cukup luas, terdapat 40 kecamatan. Saya pikir cukup wajar ketika dipisahkan,” jelasnya.

Di tempat yang sama, Ketua Umum Presidium Bogor Timur Alhafiz Rana mengatakan, se­telah disepakati, prosesnya berlanjut ke DPRD Provinsi Jawa Barat dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Jika dise­tujui, prosesnya akan berlanjut ke Kementerian Dalam Ne­geri (Kemendagri). “Ketika ada persetujuan dengan DPRD Provinsi Jawa Barat, langsung ke Kemendagri. Kita terus mengawal sampai keluar Ke­pres,” ujarnya.

Terpisah, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor M Rizky me­nyebut DOB adalah sebuah keniscayaan agar masyarakat bisa mendapatkan pelayanan yang lebih baik. “Banyak se­kali aspek-aspek yang menjadi pertimbangan sebelum mengambil keputusan itu,” imbuhnya.

Selain dengan menyusutnya wilayah Kabupaten Bogor, pas­tinya aset-aset yang ada juga akan lepas dari Bumi Tegar Beriman. Tetapi M Rizky eng­gan berkomentar lebih jauh terkait hal itu. Dirinya malah melihat bahwa tujuan utama­nya adalah untuk percepatan pembangunan yang berujung pada peningkatan daya beli masyarakat dan peningkatan taraf hidup masyarakat.

“Untuk aset yang dipisahkan, menurut saya sudah propor­sional lah. Karena jika kita lihat dengan wilayah yang diberikan, baik Timur maupun Barat, saya rasa sudah pas ya,” jelasnya.

Rizky juga melihat Pendapa­tan Asli Daerah (PAD) Bogor Timur yang menjadi peny­umbang terbesar untuk Kabu­paten Bogor akan memberikan pengaruh besar ketika nantinya DOB Bogor Timur terealisasi. “Tapi kita melihat kan ada in­dikator-indikator pendapatan ya. Jadi jangan hanya melihat dari PAD saja, tapi kita harus perhitungkan juga dengan jumlah penduduk yang akan mengecil,” ucapnya.

Walaupun nantinya akan lahir dua kabupaten baru, harapan dari anak muda yang duduk di kursi dewan itu adalah terjalin­nya sinergitas antara empat pilar Jawa Barat, yaitu Kabu­paten Bogor, Bogor Timur, Bogor Barat dan Kota Bogor. “Menurut saya, ikatan emo­sional yang sudah terjalin sejak lama tidak akan bisa menga­lahkan keinginan duniawi bagi siapa pun yang memimpin DOB Barat dan Timur nantinya,” pungkasnya. (mg1/cr2/c/els/ run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *