Asyik… LRT Masuk Bogor

by -1K views

METROPOLITAN – Ma­suknya Lintas Rel Terpadu (LRT) ke Kota Bogor, mem­buat pemerintah di bawah komando Bima Arya dan Dedie Rachim ini langsung bermanuver dengan mem­buat sejumlah kebijakan baru. Semua dilakukan demi sinergitas program an­tara pemerintah pusat dengan daerah.

Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim, menga­takan, secara umum semua kebijakan saat ini sedang da­lam pembahasan. Terminal Baranangsiang dan Tanahbaru adalah dua lokasi yang diga­dang bakal menjadi opsi pem­berhentian LRT. “Kami masih akan membahas di mana LRT ini mendarat,” kata Dedie.

Ia menjelaskan, megaproy­ek ini dipastikan akan mema­suki Kota Hujan sekitar Sep­tember 2019. Pembahasan ini harus rampung pada satu hingga dua pekan ke depan. ”Pemerintah pusat akan mela­kukan pelelangan pada Sep­tember. Intinya kita akan matangkan semua dalam satu dua minggu ke depan,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Kope­rasi Angkutan Kota Kauber Kota Bogor, Parid Wahdi, mengaku tidak keberatan dengan hadirnya konsep moda transportasi anyar yang bakal mewarnai Kota Bogor. Meski begitu, orang nomor satu pada badan hukum Kau­ber itu meminta pemerintah tegas dalam pembagian tugas pokok dan fungsi setiap mo­da transportasi.

“Yang jadi masalah itu kalau moda transportasinya tidak jelas. Artinya, satu sama lain tumpang tindih. Intinya, se­lama itu jelas bagi kami tidak jadi masalah,” ungkapnya.

Terpisah, Kepala Bidang Angkutan Dinas Perhubung­an (Dishub) Kota Bogor, Jimmy Hutapea, mengaku tidak bisa berkomentar ba­nyak mengenai ini. Pihaknya belum memahami konsep konkret moda transportasinya seperti apa.

“Saya belum terlalu paham dengan konsep LRT. Jika ada dua konsep moda transpor­tasi, itu pasti hanya di koridor utama tidak mungkin masuk ke pelosok,” tutupnya. (ogi/c/ yok/py)