Bawa Petaka di Lokasi Kecelakaan

by -2,464 views

Masih hangat kecelakaan terlindas kereta api yang menyebabkan korban meninggal pasangan suami-istri (pasutri) dari Bojonggede. Kecelakaan itu terjadi tepatnya di pintu perlintasan rel kereta Lapangan Siaga, Desa Bojonggede, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor, pada Senin (15/7). Suwardi (45) dan istrinya, Atmisastra (40), seketika tewas usai tertabrak kereta Commuter Line

PASUTRI itu dikenal sebagai sosok yang aktif di lingkungan masyarakat. Mereka kerap mengikuti beberapa kegiatan yang digelar pengurus RT. Kini, kedua jenazahnya sudah dise­mayamkan pihak keluarga.

Namun di balik itu semua, ada cerita mistis yang men­ghantui warga sekitar, khusus­nya di Gang Gedong, RT 01/02, Desa Bojonggede. Warga kerap dihantui kehadiran sesosok wanita jadi-jadian berparas cantik hingga ular besar yang diduga siluman.

Kedua makhluk halus itu mulai menampakkan diri usai terjadi kecelakaan yang mene­waskan Suwardi dan Atmisastra. Warga melihat ular berukuran sebesar pohon kelapa melintas di perlintasan kereta api Bo­jonggede. “Cuma kelihatan tengahnya saja (badan ular, red). Munculnya pas malam hari usai kejadian kecelakaan,” kata penjaga pintu perlintasan, Indra Haryanto (41).

Biasanya, menurut lelaki yang akrab disapa Wayang, ketika siluman ular tersebut menam­pakkan diri, tak selang lama pasti ada peristiwa kecelakaan di sekitar wilayah itu. Warga pun sudah tidak asing dengan hal tersebut. “Entah besoknya, bisa juga seminggu kemudian. Tidak tentu,” ucap pria berpe­rawakan kurus itu.

Memang secara logika hal itu tidaklah masuk akal. Tetapi bagi masyarakat Bojonggede, hal tersebut sudah tidak asing lagi. Sebab, kerap kali makhluk halus itu sering menampakkan di malam-malam tetentu. ”Per­caya nggak percaya, namanya manusia ada yang percaya ada yang tidak. Tapi warga sini su­dah tidak asing lagi sih dengan adanya makhluk halus itu,” ungkapnya.

Ia juga tak merasa aneh dengan adanya wujud siluman ular di wilayah perlintasan. Sebab, Kampung Gedong dahulunya adalah hutan belantara. Di mana warga terdahulu sering melihat ular dari yang asli hingga jadi-jadian.

Warga sekitar, Pendi (50), mengaku tak asing lagi dengan hal tersebut. Sebab, menurut­nya, kampung itu khususnya di Gang Paseban memang sangat kental dengan keha­diran makhluk halus. ”Bukan hanya sejenis ular, hantu pe­rempuan itu pun sering mun­cul. Kadang suka manggilin bagi pengguna jalan yang melintas di Gang Paseban,” singkat Pendi. (mul/c/rez/run)