Beringin Mulai Bergolak

by -4 views

METROPOLITAN – Plt Ketua DPD Partai Golkar DKI Jakarta Rizal Mal­larangeng membantah mengancam para kader untuk mencabut dukungan ke Bambang Soesatyo (Bamsoet) se­bagai caketum Partai Golkar. Men­urutnya, pencabutan dukungan murni atas inisiatif kader yang me­rasa ’dijebak’ Bamsoet.

Pernyataan itu berkaitan dengan batalnya DPD II Golkar se-Jakarta dukung Bamsoet. ”Tidak ada ancaman, pencabutan dukungan terhadap Bam­soet dilakukan secara sukarela oleh para kader. Justru sebaliknya, saya menyayangkan sikap Bamsoet yang mencari dukungan dengan cara meng­intimidasi,” ujar Rizal dalam kete­rangannya di Jakarta, kemarin.

Rizal mengingatkan Bamsoet agar berpolitik dengan santun. Ia menga­takan, politik memang alat untuk men­capai kekuasaan, namun seyogyanya berpolitik juga harus elegan dan mengik­uti aturan yang sudah ditetapkan. ”Mencari dukungan dengan cara-cara intimidasi agar segera dilakukan Mu­naslub, ini kan cara yang keliru. Semua sudah sepakat bahwa Munas akan diselenggarakan pada Desember 2019. Jadi yang kemarin dukung Bamsoet itu lalu sadar dan mencabut. Nggak ada paksaan. Sepenuhnya atas kesadaran sendiri,” ujarnya.

Di samping itu, Rizal juga menga­takan bahwa Bamsoet ’mencuri’ du­kungan dari DPD Partai Golkar DKI tanpa sepengetahuan dirinya. Ia juga menyebut Bamsoet sama se­kali tidak pernah berkomunikasi dengannya.

”Nggak pernah sowan, telepon atau WhatsApp. Ingatkan dia. Enak saja dia, saya sedang ke luar negeri, dia curi-curi. Seperti pencabutan dukungan itu kan akhirnya malu sendiri. Jadi berpo­litik lebih matang dan santun,” tegasnya.

Rizal lantas menyinggung jabatan Bamsoet sebagai ketua DPR RI. Men­urutnya, Bamsoet berutang kepada Ketua Umum DPP Partai Golkar Air­langga Hartarto. (mer/yok/run)