BKP PAMERKAN KUJANG

by -

METROPOLITAN – Baraya Kujang Pajajaran (BKP) menjadi salah satu peserta Helaran Seni Budaya Nusan­tara sebagai acara puncak Hari Jadi Bogor (HJB) ke-537, yang digelar dari Plaza Balai Kota hingga Jalan Jenderal Sudirman, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Minggu (30/6) pagi.

Sesepuh BKP Wahyu Affandi Su­radinata atau akrab disapa Ki Wahyu mengatakan, ada 108 peserta yang mengikuti helaran dengan menam­pilkan replika kujang ukuran 80 cm dan tujuh jenis kujang yaitu Ciung, Kuntul, Jago, Bangkong, Naga, Badak dan Wayang. Selain itu, ada bebe­rapa kujang pangarak yang terdiri dari dua kujang pangarak jenis Naga dan 2dua kujang pengarak jenis Jago.

“Kami juga mendirikan stan untuk menyosialisasikan kepada masyara­kat jenis-jenis kujang yang sudah dipatenkan menjadi folklor (kebu­dayaan yang diwariskan turun-te­murun, red) Pemerintah Provinsi Jawa Barat,” ujar Ki Wahyu.

Ki Wahyu mengaku BKP merupakan binaannya yang kegiatannya me­nempa kujang. Karyanya ada yang dikomersilkan, ada juga hanya untuk pembinaan atau pelatihan.

“Saat ini kujang pusaka dimiliki 877 orang yang ada di Jawa Barat, ber­sertifikat resmi dari guru teupa, yaitu saya sendiri,” tuturnya.

Saat disinggung mengenai Helaran Seni Budaya Nusantara, ia menilai pelaksanaannya sudah bagus karena berbagai seni budaya ditampilkan sebagai ciri khas bangsa Indonesia dan simbol persatuan.

Ia juga berharap ke depan Kota Bo­gor boleh maju, modern tetapi kea­rifan lokal jangan sampai ditinggalkan, tetap dijaga dan dilestarikan juga diperkenalkan kepada masyarakat, terutama generasi muda.

“Jadi bukan hanya kujang saja yang harus dilestarikan, tetapi semua kea­rifan lokal, nilai-nilai sejarah. Karena Bogor ini Ibu Kota Sunda abad ketu­juh (tahun 696, red) dan Ibu Kota Kerajaan Pajajaran tahun 1482,” ka­tanya. (*/yok/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *