BPJS Kesehatan Tampung Keluhan Warga Dramaga

by -21 views

DRAMAGA – Memperingati HUT ke-51 BPJS Kesehatan, jajaran di­reksi BPJS Kesehatan menyambangi Puskesmas Cangkurawok di Desa Cikarawang, Kecamatan Dramaga, kemarin. Selain memantau langsung implementasi Jaminan Kesehatan Nasional– Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS), kunjungan tersebut dilakukan untuk menjaring aspirasi masyarakat setempat demi menyempurnakan jalannya program jaminan kesehatan.

“Kami ingin mendengar suara ma­syarakat tentang JKN-KIS di berbagai tempat, khususnya wilayah perkam­pungan yang kondisinya cukup ber­beda dengan wilayah perkotaan yang aksesnya serba ada,” terang Deputi Direksi Bidang Pengembangan Sistem Informasi BPJS Kesehatan, Yudi Bas­tia.

Yudi mengaku perlu mengetahui apa saja yang perlu dipertahankan dan apa saja yang perlu disempurna­kan. “Ini akan menjadi evaluasi kami untuk meningkatkan layanan JKN-KIS ke depan,” katanya. Dalam kunjung­an tersebut, BPJS Kesehatan juga menyambangi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) setempat untuk memastikan pelayanan JKN-KIS berjalan dengan baik. Pembaruan data pada sejumlah kartu peserta JKN-KIS pun dilakukan untuk me­ningkatkan validitas data. Tak sampai di situ, para petinggi BPJS Kesehatan juga menyerahkan bantuan peralatan olahraga dan mengajak masyarakat membiasakan hidup sehat.

Dalam menjaga kesinambungan JKN-KIS, BPJS Kesehatan tak bisa berjalan sendiri melainkan butuh dukungan semua pihak, termasuk masyarakat. Terlebih saat ini sudah ada lebih dari 222,5 juta jiwa pen­duduk Indonesia yang tercatat se­bagai peserta JKN-KIS. “Masyarakat punya peran besar untuk mengawal agar Program JKN-KIS terus berja­lan. Salah satunya dengan men­jaga agar yang sehat tetap sehat dan yang sakit tak semakin parah. Sehat itu murah dan mudah. Makan dengan gizi seimbang, istirahat cukup dan olahraga ringan tiap hari. Ini hal sederhana, tapi tan­tangannya luar biasa karena ter­gantung komitmen kita sendiri,” ujar Yudi.

Ia kembali mengingatkan makna gotong-royong yang menjadi filosofi BPJS Kesehatan dalam mengemban tugas menjalankan program JKN-KIS.

“Jangan lupa, iuran dari peserta yang sehat membantu peserta yang sakit. Untuk itu, diperlukan sinergi yang kuat dari seluruh masyarakat, khususnya yang sudah menjadi pe­serta JKN-KIS agar gotong-royong bisa terwujud dan program perlin­dungan kesehatan berjalan optimal,” tukasnya. (ads/b/els/py)